Banjir Deras Tegalsambi Jepara, Aksi Sunyi Relawan “Mbah Lowo” Selamatkan Banyak Nyawa

Foto, Relawan Mbah Lowo pasang penanda drainase saat banjir deras Tegalsambi Jepara

Global7.id – Jepara, 

Banjir Deras Tegalsambi menjadi perhatian warga setelah hujan turun deras tanpa jeda dan air bah mulai menguasai badan jalan di Desa Tegalsambi, Kabupaten Jepara. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, terutama para pengendara motor yang tetap harus melintas karena jalan tersebut merupakan akses utama menuju beberapa titik pemukiman.

 

Di tengah situasi yang memprihatinkan, muncul sebuah aksi kecil namun penuh makna. Seorang relawan yang dikenal warga dengan sapaan Mbah Lowo, turun langsung ke lokasi banjir tanpa banyak bicara. Aksi relawan itu tidak dilakukan dengan peralatan lengkap, bahkan nyaris tanpa perlindungan keselamatan memadai. Namun tujuannya jelas: melindungi pengguna jalan dari bahaya yang mengintai di bawah permukaan banjir.

 

Ia adalah relawan dari komunitas relawan Jepara yang akrab disapa Mbah Lowo

Tanpa alat keselamatan memadai, tanpa sorotan kamera, dan tanpa komando siapa pun, Mbah Lowo membatasi aliran drainase yang tertutup banjir. Tujuannya satu, agar para pengendara yang melintas tidak terperosok ke saluran air yang dalam dan berbahaya.

 

Air cokelat mengalir deras setinggi betis, kendaraan besar dan kecil tetap memaksa melintas karena jalan itu adalah akses utama warga. Di situlah bahaya mengintai. Drainase yang tak terlihat bisa menjadi jebakan maut bagi pengendara motor maupun pejalan kaki.

 

Namun, di antara coklatnya arus dan risiko terperosok, Mbah Lowo memilih berdiri. Ia memilih peduli.

 

Aksi tersebut sontak menuai banyak pujian dari warga sekitar dan para pengguna jalan. Banyak yang mengaku selamat dan lebih waspada karena adanya penanda sederhana yang dipasang oleh relawan tersebut.

 

Perbuatan kecil, tapi manfaatnya besar. Kalau tidak ada penanda itu, bisa banyak yang jatuh,” ujar Mbah alba dedengklot relawan Jepara yang mengetahui aksi tersebut.

Bacaan Lainnya

 

Peristiwa ini mengandung pesan moral bahwa kepedulian tidak selalu datang dalam bentuk besar dan megah. Terkadang, keselamatan banyak orang justru bergantung pada niat dan keberanian satu orang yang mau melangkah lebih dulu.

 

Di tengah berbagai keterbatasan penanganan banjir dan minimnya rambu darurat, aksi Mbah Lowo adalah cermin nilai kemanusiaan yang sejati. Sebuah contoh nyata bahwa solidaritas dan empati masih hidup di tengah masyarakat.

 

Banjir mungkin datang tanpa peringatan, namun kepedulian seperti inilah yang menjadi penyangga harapan.

 

Karena pada akhirnya, keselamatan bersama lahir dari kepedulian kepada sesama.

 

G7/AR

Pos terkait