Global7.id – Jepara,
Moment sedekah Bumi merupakan kegiatan yang di tunggu tunggu warga Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, dan tahun ini kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi dalam format Festival Budaya selama tiga hari penuh, mulai Minggu, 1 Juni hingga Selasa, 3 Juni 2025. Acara ini mengusung tema “Lebak Tangguh Pangan, Masyarakat Sejahtera”, dan diikuti antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.
Festival ini diawali dengan Karnaval Gunungan yang digelar pada Minggu (1/6) siang. Sebanyak 30 Rukun Tetangga (RT) di Desa Lebak berpartisipasi dalam pawai budaya dengan menampilkan kreasi dan inovasi yang mengangkat potensi ketahanan pangan wilayah masing-masing. Kreativitas warga diuji dan dinilai langsung oleh dewan juri independen.
RT 03/01 tampil sebagai juara pertama, membawa pulang seekor sapi. Disusul oleh RT 01/05 sebagai juara dua, dan RT 01/03 sebagai juara ketiga, masing-masing memperoleh seekor kambing sebagai hadiah.
“Sedekah Bumi ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan berkah kehidupan. Karnaval budaya adalah ekspresi. Kami mohon dukungan dan terima kasih semua pihak atas partisipasi kelancaran acara ini,” ujar petinggi lebak Moh Shodiq.
Selain karnaval, acara juga dimeriahkan dengan donor darah, live music bersama band lokal dan RAMESTY Band, serta bazaar UMKM. Bupati Jepara dijadwalkan hadir dan turut serta dalam agenda Ngantor di Desa (Ngades) pada Selasa (3/6) pukul 09.00 WIB di Balai Desa Lebak.
Malam puncak akan diisi dengan penyerahan hadiah kirab Budaya Sedekah Bumi, Doa Bersama, dan Pagelaran Wayang Kulit oleh dalang Muhamadien Hajar SM.
Festival tahun ini terasa istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan keberhasilan Desa Lebak meraih Juara 1 Lomba Desa Tingkat Kabupaten Jepara dan kini mewakili Jepara ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Warga Lebak saat ini sangat bangga. Kami bersyukur atas capaian desa dan terus berkomitmen menjaga tradisi serta membangun desa ke arah yang lebih baik,” ungkap ketua karang taruna Ahmad Yazid.
Pemerintah Desa Lebak mengajak seluruh warga untuk hadir, menjaga ketertiban, dan merayakan budaya lokal dalam Festival Sedekah Bumi ini. Momentum ini diharapkan menjadi sarana mempererat kebersamaan serta memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi kesejahteraan desa.
Sumber:G7/AR










