Global7.id Jepara,
Global7.id Jepara – Pusat study aswaja UNISNU dan FKPP (Forum komunikasi pondok pesantren) Jepara adakan seminar nasional Rabu 19 Oktober 2022 dalam rangka menyambut Hari santri Nasional ke 7 di Aula perpustakaan lantai 3 Kampus UNISNU Jepara.
Hadir dalam acara itu 4 narasumber, antara lain KH.Dr.Nasrullah Affandi, Wakil katib Syuryyah PWNU Jawa tengah, yang membahas fatwa resolusi jihad dalam perspektif maqoshidus syariah, sementara itu KHR.M.Ma’shum Abdul Hamid, MM.Wakil Ketua PW HPN (Himpunan Pengusaha Nahdliyyin) Jawa Tengah mengulas tentang pentingnya santri mandiri dengan menjadi pengusaha, karena sebelum berdirinya NU di dahului oleh berdirinya Nahdlatut tujjar.
Nasrullah Affandi menambahkan pada waktu merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,para ulama dan santri berjihad dengan angkat senjata.
Setelah kemerdekaan, kini santri berjihad dg menyebar luaskan ilmu, sehingga kita sebagai santri perlunya meneladani KH Hasyim Asy’ari bukan hanya pejuang kemerdekaan saja tapi juga pejuang ilmu dan keaswajaan, jelasnya.
Sementara Kyai Ma’shum menyampaikan bahwa KH.Wahab hasbullah adalah pelopor berdirinya Nahdlatut tujjar dan Nahdlatul ulama, sehingga suatu keharusan bagi santri untuk bisa menjadi pengusaha, karena perjuangan dan pendidikan itu membutuhkan biaya.Jangan sampai santri jepara di jajah asing dalam sektor ekonomi, kita yang punya kekayaan yang menikmati orang lain.
Sementara itu Dosen Da’wah dan Komunikasi Murniati,S.Sos.I,M.S.I menyampaikan peringatan HSN ini di maksudkan untuk mengingat dan meneladani semangat jihad para santri merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang di gelorakan para ulama, hal itu menunjukkan bahwa proklamasi kemerdekaan indonesia pada 17 Agustus 1945 bukanlah akhir perjuangan, namun perjuangan semakin tidak mudah karena upaya kolonialisme masih ada, ujar murniati.
Narasumber lain dari Ketua Komisi C DPRD 2 Jepara, berbicara dalam perspektif kebijakan ,nur hidayat mengungkapkan, Jepara yang merupakan daerah religius, daerah santri ini lambat laun akan terdegradasi oleh kehidupan budaya yang berkembang di era global ini seperti yang kita lihat di wilayah metropolitan semakin banyak budaya religi lokal tergerus dengan perkembangan perubahan gaya hidup yang semakin mengkwatirkan. Pungkasnya***
Sumber : Red
Sunarto Global7.id Jepara










