Pasien Keluhkan Pelayanan Klinik Kondang Sehat Wonorejo, Dokter Tak Ada Saat Antrean JKN Masih Terbuka

GLOBAL7 JEPARA — Seorang warga Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Rosyid, mempertanyakan pelayanan di Klinik Kondang Sehat, Desa Wonorejo, setelah dirinya datang untuk berobat pada Sabtu, 13 September 2026.

 

Keluhan tersebut bermula ketika Rosyid mengalami sakit kepala secara tiba-tiba sekitar pukul 10.02 WIB. Setelah mengonsumsi obat yang dibeli di warung namun keluhan tidak kunjung mereda, istrinya kemudian mendaftarkan pemeriksaan melalui aplikasi JKN/BPJS Kesehatan di Klinik Kondang Sehat sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.

 

Dalam sistem pendaftaran, Rosyid mendapatkan nomor antrean 24.
Karena sedang mengalami keluhan kesehatan, Rosyid bersama pengantar kemudian mendatangi Klinik Kondang Sehat. Namun setibanya di lokasi, pihak pendaftaran disebut menyampaikan bahwa dokter tidak berada di klinik karena sedang mengantar anak sekolah.

Rosyid kemudian mempertanyakan kondisi tersebut karena menurutnya pendaftaran melalui aplikasi masih buka, sementara dokter yang dijadwalkan memberikan pelayanan tidak berada di tempat.
Saya mempertanyakan, kalau memang dokternya tidak ada, kenapa pendaftaran melalui aplikasi masih dibuka? Pasien sudah mengambil antrean dan datang dalam kondisi sakit,” kata Rosyid.

Menurut Rosyid, dirinya kemudian diberikan pilihan untuk menerima obat dari petugas bagian pendaftaran atau kembali sekitar pukul 11.00 WIB.
Merasa tidak mendapatkan kepastian pemeriksaan oleh dokter, Rosyid akhirnya memilih mencari pelayanan kesehatan di tempat lain.

Ia kemudian menuju RSI untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Di fasilitas kesehatan tersebut, Rosyid mengaku diperiksa oleh dokter dengan baik dan kemudian disarankan menjalani rawat inap.

 

Rosyid menilai persoalan pentingnya adalah adanya kepastian informasi antara sistem pendaftaran dengan kondisi pelayanan di fasilitas kesehatan. Kalau memang dokter tidak tersedia, seharusnya informasi di aplikasi disesuaikan. Jangan sampai pasien sudah datang dalam kondisi sakit, tetapi setelah sampai ternyata dokter tidak ada,” ujarnya.

 

Ia meminta persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama karena fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan pintu awal masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan.
Rosyid juga menyampaikan bahwa kritik yang disampaikannya bukan ditujukan untuk menyerang tenaga kesehatan secara pribadi.
Ia meminta instansi yang berwenang melakukan klarifikasi terhadap kejadian tersebut dan memastikan apakah jadwal dokter, sistem antrean JKN, serta pelayanan di Klinik Kondang Sehat pada saat kejadian telah berjalan sesuai ketentuan.

 

Harapan saya sederhana. Jangan sampai kejadian seperti ini dialami pasien lain. Kalau ada perubahan jadwal atau dokter berhalangan, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas sehingga tidak datang sia-sia dalam kondisi sedang sakit,” katanya.

 

Bacaan Lainnya

Rosyid berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dan pihak terkait dapat melakukan pembinaan serta evaluasi terhadap sistem pelayanan apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara informasi pendaftaran dengan pelayanan sebenarnya.

 

Menurut dia, keterbukaan informasi mengenai jadwal dokter bukan sekadar persoalan administrasi. Bagi pasien, informasi tersebut menentukan keputusan apakah harus datang ke fasilitas kesehatan atau mencari pelayanan medis di tempat lain.

 

GLOBAL7 JEPARA

Pos terkait