Harlah Ke-2 Paguyuban Satlinmas Jepara: APBD 2027 Diproyeksi Rp2,5 Triliun, Nasib Ribuan Linmas Dinilai Masih Terpinggirkan

Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-2 Paguyuban Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Jepara yang digelar pada Minggu (2/8/2026) di Rumah Makan Sewu Kuto, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo.

JEPARA, Global7.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-2 Paguyuban Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Jepara yang digelar pada Minggu (2/8/2026) di Rumah Makan Sewu Kuto, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, menjadi momentum untuk mengangkat persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan, yakni kesejahteraan ribuan anggota Linmas.

 

Mengusung tema “Bersama Satlinmas Wujudkan Desa Aman dan Kondusif”, kegiatan tersebut dihadiri jajaran Satpol PP Kabupaten Jepara, pengurus Paguyuban Satlinmas, serta perwakilan berbagai desa.

 

Dalam sambutannya, Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara, Edi Marwoto, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan anggota Linmas.

“Kami akan tetap memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekan Linmas. Apabila ada pemerintah desa yang belum memberikan perhatian, silakan sampaikan kepada kami agar bisa kami koordinasikan sehingga dapat dianggarkan melalui APBDes. Tahun ini kami juga melakukan optimalisasi peran di bidang pemadam kebakaran. Keberadaan Linmas sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, salah satu tugas strategis Linmas adalah memberikan informasi kepada pemerintah desa terkait kondisi keamanan dan ketertiban wilayah sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi yang kondusif.

“Terima kasih atas pengabdian seluruh anggota Linmas yang selama ini telah ikut menjaga keamanan Jepara. Selamat Hari Lahir ke-2 Paguyuban Satlinmas Jepara. Tetap semangat dan terus jaga komunikasi dengan kami,” tutupnya.

 

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Satlinmas dalam menjaga keamanan di tingkat desa.

 

Namun, suasana harlah tidak hanya diwarnai seremoni. Ketua Paguyuban Satlinmas Kabupaten Jepara Joko Rintono menyampaikan kritik keras terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan anggota Linmas.

 

Menurutnya, di tengah penetaapn rancangan APBD Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2027 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp2,5 triliun, ribuan anggota Linmas masih belum memperoleh perhatian yang memadai.

Bacaan Lainnya

Nasib anggota Satlinmas sangat memprihatinkan. Jika sekitar 15 ribu guru ngaji dan tenaga pengajar dapat diakomodasi melalui kebijakan anggaran, mengapa sekitar 7 ribu anggota Satlinmas di Kabupaten Jepara hingga kini belum memperoleh perhatian yang sama? Kami berharap kondisi ini bukan bentuk diskriminasi ataupun peminggiran terhadap Linmas,” tegasnya.

 

Ia menilai, Linmas merupakan garda terdepan di desa yang selama ini aktif membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, pengamanan pemilu, penanggulangan bencana, hingga menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Meski memikul tanggung jawab besar, perhatian terhadap kesejahteraan mereka dinilai belum sebanding dengan beban tugas yang dijalankan.

 

Paguyuban berharap Pemerintah Kabupaten Jepara bersama DPRD dapat menjadikan persoalan kesejahteraan Satlinmas sebagai salah satu prioritas dalam pembahasan APBD 2027. Menurut mereka, peningkatan kesejahteraan bukan semata persoalan insentif, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian ribuan relawan keamanan yang selama ini menjadi ujung tombak menjaga stabilitas desa.

 

Peringatan Harlah ke-2 ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia berubah menjadi panggung penyampaian aspirasi agar keberadaan Satlinmas tidak hanya diingat saat dibutuhkan menjaga keamanan, tetapi juga memperoleh perhatian yang adil dalam kebijakan pembangunan dan penganggaran daerah.

 

G7/AR

Pos terkait