JEPARA, Global7.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui Program Kartu Guru Sejahtera (KGS). Pada tahun 2026, sebanyak 15.120 guru dari berbagai jenjang pendidikan menerima bantuan sosial senilai Rp1,4 juta per orang per tahun.
Program yang menjadi salah satu unggulan Bupati Jepara Witiarso Utomo tersebut menyasar guru non-ASN dari berbagai satuan pendidikan, mulai dari guru PAUD, TK, Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), RA, SD dan SMP swasta, guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, sekolah Minggu, guru agama lainnya, tutor PKBM, hingga instruktur LKP.
Bagi para penerima manfaat, bantuan tersebut bukan hanya tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi bangsa.
Salah seorang penerima manfaat, Esther Sukaenah, guru Sekolah Minggu di Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Kancilan, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Setelah lebih dari 13 tahun mengabdi, ia tidak menyangka akan memperoleh bantuan tersebut.
“Bantuan ini sangat membantu, besar sekali bagi kami. Ini benar-benar menjadi berkat,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Esther, perhatian dari pemerintah menjadi motivasi baru bagi para guru keagamaan untuk terus melayani masyarakat. Ia berharap Program Kartu Guru Sejahtera dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan para pendidik.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan bahwa Kartu Guru Sejahtera merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada para pendidik yang selama ini berperan besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jepara.
Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program tersebut menjangkau 10.827 guru dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,488 miliar. Sedangkan pada 2026, penerimanya bertambah menjadi 15.120 guru dari berbagai jenjang pendidikan.
“Alhamdulillah, dibanding tahun 2025, penerima manfaat Kartu Guru Sejahtera bisa kita tambah. Ini bukti komitmen kami untuk terus memperkuat kesejahteraan para pendidik di Kabupaten Jepara,” ujar Witiarso saat peluncuran program di Alun-Alun Jepara, Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, Witiarso mengakui bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan para guru. Namun, ia berharap perhatian dari pemerintah daerah dapat menjadi penyemangat bagi para pendidik untuk terus mengabdi.
“Saya sadar bantuan ini belum menjawab seluruh kebutuhan guru. Namun saya berharap, perhatian ini menjadi penyemangat bahwa kami hadir, mendengar, dan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pendidik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Witiarso juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah mendedikasikan diri dalam membentuk generasi muda Jepara menjadi pribadi yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
“Jangan melihat besar kecilnya nilai bantuan ini, semoga ke depan nilainya terus bertambah. Dengan sinergi yang kuat, pendidikan di Jepara akan semakin maju dan kita semakin bersemangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.










