JEPARA | Global7.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak dan Hari Lahir Pancasila, kegiatan Gathering Spiritual “Adem Ati Amurwabhumi” Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan di The Bullcave Resto (Villa Griya Angie), Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026).
Kegiatan tahunan tersebut menghadirkan tokoh spiritual, budayawan, praktisi terapi kesehatan nusantara, serta peserta dari berbagai daerah. Acara ini menjadi wadah silaturahmi, pelestarian budaya leluhur, pengembangan spiritualitas, sekaligus pelayanan sosial kepada masyarakat.
Pada malam pembukaan, hadir Ketua Nguntara Praja Pakasa Jepara atau Paguyuban Kawula Keraton Surakarta Cabang Jepara, KRA Bambang Setiawan Adiningrat, didampingi istri dan sejumlah anggota. Turut hadir Ketua Yayasan Praja Hadipuran Manunggal, Khoirul Anam Setyonagoro, bersama rombongan.
Kehadiran para tokoh tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan terapi kesehatan nusantara bertajuk “Manunggal Ing Husada Ngudari Wikara Benaya” yang menjadi salah satu agenda utama kegiatan.
Tuan rumah sekaligus penggagas acara, Mami Angie Van Belle, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat Jepara. Acara ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya dan kearifan warisan leluhur yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, KRA Bambang Setiawan Adiningrat mengapresiasi penyelenggaraan Gathering Spiritual “Adem Ati Amurwabhumi” yang dinilai memiliki nilai budaya dan edukasi yang tinggi.
Menurutnya, momentum yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila menjadi simbol penting dalam memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, serta pelestarian budaya bangsa.
“Kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai daerah akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan spiritualitas di Kabupaten Jepara,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap peran panitia dan penyelenggara agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Mami Angie Van Belle menyampaikan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Jepara atas dukungan fasilitas tenda yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Rangkaian Hari Pertama
Pada hari pertama, Minggu (31/5/2026), peserta mengikuti berbagai sesi spiritual, diskusi kebudayaan, pengijazahan ilmu, serta pemaparan keilmuan dari sejumlah tokoh dan praktisi.
Beberapa narasumber yang hadir antara lain Romo Ageng Banten KRT Muhammad Masrukan Tajir Al-Bantani selaku Sohibul Ijazah Ilmu Laduni Sunan Kalijaga, Ki Nanoeng Pandawa Nusantara dari Malang, Roro Pembayun sebagai pewaris Aji Paningal Rantamani, serta Raden Sancang Ungu yang memberikan penurunan Aji Maharaja Tunggal Dewa dan pengijazahan Aji Kasepuhan multifungsi.
Kegiatan hari pertama dikoordinasikan oleh Eyang Cipto Husodo dari Ungaran, Bunda Angie dari Jepara, Kasan Mbelink dari Surabaya, dan Damar Wulan Manembah.
Bakti Sosial dan Terapi Kesehatan
Memasuki hari kedua, Senin (1/6/2026), panitia menggelar kegiatan bakti sosial dan pelayanan terapi kesehatan yang dibuka secara terbatas bagi masyarakat Jepara dan sekitarnya.
Layanan yang diberikan meliputi terapi bekam, pijat saraf, gurah massal, hipnoterapi dan relaksasi, fashdu (Al-Fashdu), akupunktur medik, pemeriksaan gula darah, serta konsultasi dan terapi kesehatan nonmedis.
Kegiatan sosial tersebut melibatkan sejumlah praktisi dari berbagai paguyuban dan komunitas kesehatan nusantara, di antaranya Mbah Muji Tanjung dari Perisai Djati Diri Semarang, Rumah Sehat Cipto Husodo Ungaran, Rakhamas Ageng Panglima Langitan dari Paguyuban Angudi Berkahing Gusti Jakarta, serta Kimas Djalu Aji dari Paguyuban Surya Pameling Nusantara.
Melalui penyelenggaraan Gathering Spiritual “Adem Ati Amurwabhumi” 2026, panitia berharap nilai-nilai budaya luhur, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat.
Iskandar-Ek/G7










