Geger Menu MBG Berbelatung di Jepara, Tiga Dapur Program Makan Bergizi Gratis Ditutup Sementara

Foto, Geger Menu MBG Berbelatung di Jepara, Tiga Dapur Program Makan Bergizi Gratis Ditutup Sementara

Global7.id – Jepara, 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara mendadak menjadi sorotan setelah ditemukan makanan yang diduga sudah rusak dan dipenuhi belatung. Akibat temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara tiga dapur penyedia makanan dalam program tersebut mulai Senin (9/3/26).

 

Penutupan sementara itu berlaku bagi tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini memasok menu MBG ke sejumlah sekolah di Jepara. Ketiganya berada di wilayah Kuwasen II, Kuwasen III, serta Bandengan 4.

 

Langkah penghentian operasional ini dilakukan sebagai bentuk sanksi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan dan distribusi makanan bagi siswa.

 

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah laporan resmi mengenai temuan makanan tidak layak konsumsi sampai ke Badan Gizi Nasional.

 

“Surat keputusan sudah keluar dari BGN. Tiga dapur penyedia MBG itu ditutup sementara mulai Senin, 9 Maret 2026,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

 

Menurut Wildan, penghentian operasional ini bersifat sementara dan akan berlangsung selama dua pekan. Dalam masa tersebut, pengelola dapur diminta melakukan evaluasi total terhadap sistem produksi makanan, mulai dari bahan baku hingga proses distribusi ke sekolah.

 

Pada minggu pertama masa penutupan, pihak SPPG juga diberi kesempatan untuk mengajukan permohonan kembali agar dapat melanjutkan operasional. Namun, pengajuan itu harus disertai dengan berbagai perbaikan sesuai standar yang ditetapkan BGN.

 

Bacaan Lainnya

Jika semua persyaratan dipenuhi dan dinilai layak, maka BGN akan mengeluarkan surat pencabutan penghentian operasional sehingga dapur tersebut dapat kembali menjalankan kegiatan memasak untuk program MBG.

 

Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa menemukan makanan dalam kondisi tidak layak saat akan dikonsumsi.

 

Baca Juga: BGN Ancam Putus Kontrak Dapur MBG yang Hanya Kejar Untung, Pemerintah Tegaskan Program Ini Bukan Ladang Bisnis

 

Menu yang menjadi sorotan adalah bandeng presto yang termasuk dalam paket makan bergizi gratis yang dibagikan kepada siswa di beberapa sekolah.

 

Temuan tersebut terjadi ketika siswa hendak menyantap makanan saat waktu berbuka puasa. Namun sebelum dimakan, mereka menyadari adanya belatung yang sudah menggerogoti bagian ikan.

 

Selain itu, makanan tersebut juga disebut mengeluarkan bau tidak sedap yang menandakan sudah mengalami pembusukan.

 

Tidak hanya pada menu ikan, dalam paket yang sama juga ditemukan roti yang diduga telah berjamur dan berbau menyengat.

 

Sejumlah sekolah dilaporkan menerima paket makanan bermasalah tersebut. Di antaranya SMAN 1 Jepara, SMPN 1 Jepara, SMPN 4 Jepara, serta SDN 1 Ujungbatu.

 

Kejadian ini tentu mengejutkan pihak sekolah maupun para orang tua siswa, mengingat program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak.

 

Bahkan di salah satu sekolah, kasus serupa disebut bukan kali pertama terjadi.

 

Di SMPN 1 Jepara misalnya, insiden makanan tidak layak konsumsi dilaporkan sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.

 

Sebelumnya, siswa juga sempat mendapatkan menu bakso yang diduga sudah basi serta sayur yang kualitasnya tidak lagi segar.

 

Temuan tersebut akhirnya memicu evaluasi serius terhadap pengelolaan program MBG di wilayah Jepara.

 

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan program yang bertujuan membantu pemenuhan gizi bagi pelajar melalui penyediaan makanan sehat di sekolah.

 

Namun kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam proses pengolahan makanan, terutama karena menu tersebut dikonsumsi oleh anak-anak.

 

BGN berharap kejadian serupa tidak kembali terulang setelah masa evaluasi selesai.

 

Selama masa penghentian operasional, pihak dapur diminta memperbaiki sistem pengelolaan bahan makanan, kebersihan dapur, serta prosedur distribusi agar makanan yang sampai ke sekolah benar-benar aman dan layak dikonsumsi.

 

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, terutama karena program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

 

Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu memastikan bahwa program tersebut berjalan sesuai tujuan tanpa mengorbankan kesehatan para siswa.

 

 

G7/KMP

Pos terkait