Global7.id – Nasional,
Badan Gizi Nasional (BGN) melayangkan peringatan keras kepada para pengelola dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menegaskan tidak akan ragu memutus kontrak mitra yang terbukti hanya berorientasi pada keuntungan bisnis tanpa mengutamakan kualitas pelayanan dan standar gizi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, pada Minggu, 8 Maret 2026, menanggapi temuan adanya sejumlah pengelola dapur MBG yang dinilai terlalu berorientasi pada bisnis.
Menurut Nanik, pihaknya menemukan indikasi bahwa beberapa yayasan bahkan didirikan khusus untuk mengelola dapur MBG dengan tujuan meraup keuntungan. Dalam beberapa kasus, ada juga pengelola yang mengoperasikan beberapa dapur sekaligus dengan pendekatan bisnis semata.
“Program ini bukan untuk mencari keuntungan. Ini adalah investasi sosial bagi masa depan generasi Indonesia,” ujar Nanik, 8 Maret 2026.
Evaluasi Ketat dan Ancaman Pemutusan Kontrak
BGN menegaskan bahwa seluruh mitra dapur MBG terikat kontrak kerja selama satu tahun. Selama masa tersebut, pemerintah akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja pengelola dapur.
Apabila dalam evaluasi ditemukan pelanggaran, seperti mengabaikan standar operasional, kualitas makanan, hingga aspek kebersihan dapur, maka kontrak kerja sama dapat langsung dihentikan.
Langkah tegas ini diambil karena pemerintah ingin memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan makanan sehat dan bergizi kepada penerima manfaat.
Nanik juga menyebut bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG terus diperketat sejak berbagai laporan masyarakat mulai bermunculan dalam beberapa waktu terakhir.
Program Strategis Nasional
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang mulai diperluas implementasinya pada awal tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Baca Juga: Viral di Jepara! Orang Tua Temukan Belatung Hidup di Roti Program MBG Anak PAUD di Pecangaan
Melalui program ini, pemerintah berharap generasi muda Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup guna mendukung tumbuh kembang serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, setiap dapur MBG diwajibkan memenuhi standar ketat terkait kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi makanan yang disajikan.
Komitmen Pemerintah
BGN menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin program yang dirancang untuk membantu masyarakat justru dimanfaatkan oleh pihak tertentu sebagai ladang bisnis semata.
Karena itu, pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap mitra yang terbukti melanggar komitmen tersebut.
“MBG harus menjadi program yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Semua pihak yang terlibat harus bekerja dengan niat pelayanan, bukan sekadar bisnis,” tegas Nanik, 8 Maret 2026.
Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi generasi muda Indonesia.
G7/KMP










