Global7.id – Nasional,
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan paket makanan berisi ikan lele mentah viral di media sosial. Video tersebut memicu perdebatan luas karena menu yang diterima siswa dinilai tidak lazim untuk langsung dikonsumsi.
Peristiwa itu disebut terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dalam video yang beredar, terlihat kotak makanan berisi ikan lele mentah, bahkan ada yang disebut masih hidup, bersama dua potong tahu dan tempe. Paket tersebut disebut sebagai bagian dari distribusi program MBG untuk para siswa.
Video yang pertama kali beredar di berbagai platform media sosial itu langsung menyita perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan mengapa ikan yang diberikan kepada siswa tidak dalam kondisi siap makan, sementara program MBG digadang-gadang sebagai upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi anak sekolah.
Video Viral Picu Perdebatan
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat paket makanan yang masih mentah berada di dalam kotak plastik makanan. Sejumlah siswa dan pihak sekolah disebut terkejut ketika melihat isi paket tersebut.
Alih-alih langsung disantap sebagai makanan bergizi, paket itu justru memicu polemik. Banyak pihak menilai kondisi ikan mentah berpotensi menimbulkan bau amis serta cepat membusuk jika tidak segera diolah.
Informasi yang beredar menyebutkan paket tersebut didistribusikan pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari jatah makanan siswa untuk beberapa hari ke depan. Namun kondisi menu yang terlihat dalam video membuat pihak sekolah mempertanyakan kelayakan distribusi tersebut.
Tak sedikit warganet yang kemudian mengkritik program MBG melalui kolom komentar di berbagai media sosial. Mereka menilai makanan untuk siswa seharusnya sudah siap santap, bukan bahan mentah yang harus dimasak terlebih dahulu.
BGN Beri Klarifikasi
Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan penjelasan resmi. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan bahwa video yang beredar tidak memperlihatkan keseluruhan menu yang sebenarnya disiapkan dalam paket MBG.
Menurutnya, menu MBG yang disiapkan oleh dapur penyedia sebenarnya jauh lebih lengkap dibandingkan yang terlihat dalam video viral tersebut.
“Dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak untuk mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” jelas Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
BGN menyebut menu yang disiapkan dalam paket MBG di lokasi tersebut sebenarnya terdiri dari beberapa komponen makanan yang telah disusun berdasarkan standar gizi.
Menu tersebut antara lain:
Lele marinasi
Tahu dan tempe ungkep
Roti pizza
Telur rebus
Susu full cream
Buah naga
Namun karena sebagian paket tidak dikeluarkan dari kendaraan distribusi, hanya sebagian bahan yang terlihat dalam video.
Penjelasan Soal Lele Mentah
Sementara itu, ahli gizi dari dapur penyedia MBG di wilayah tersebut, Fikri Kuttawakil, menjelaskan alasan penggunaan lele marinasi dalam menu program tersebut.
Menurutnya, proses marinasi dilakukan untuk menjaga kualitas nutrisi ikan serta meningkatkan kandungan protein yang dapat dikonsumsi oleh siswa.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dengan marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
Ia menegaskan bahwa ikan tersebut sebenarnya bukan sekadar ikan mentah biasa, melainkan sudah melalui proses marinasi yang bertujuan menjaga kualitas gizi.
Program MBG Tetap Dievaluasi
Meski demikian, BGN mengakui polemik yang muncul di masyarakat menjadi perhatian serius. Lembaga tersebut menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap proses distribusi dan komunikasi program di lapangan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman.
BGN menegaskan bahwa keamanan pangan serta kualitas gizi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar,” kata Nanik.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di Indonesia. Program ini dirancang agar siswa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup setiap hari melalui menu makanan yang seimbang.
Namun beberapa kejadian di lapangan, termasuk polemik menu yang viral di media sosial, menunjukkan bahwa implementasi program tersebut masih menghadapi berbagai tantangan.
Publik Minta Transparansi
Kasus viral lele mentah ini kembali memunculkan tuntutan publik agar program MBG dijalankan secara transparan dan profesional. Banyak pihak berharap pemerintah dapat memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar layak, aman, dan mudah dikonsumsi.
Terlebih program ini menyangkut kesehatan serta masa depan generasi muda.
Di tengah polemik yang terjadi, BGN memastikan akan terus memperbaiki sistem pengawasan dan evaluasi agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan awalnya: meningkatkan kualitas gizi siswa Indonesia.
Sementara itu, video viral yang memperlihatkan paket lele mentah masih ramai dibicarakan warganet hingga Selasa malam. Banyak yang berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran agar distribusi makanan untuk siswa ke depan bisa lebih jelas, transparan, dan tepat sasaran.
G7/KMP










