Tawuran Gengster Sukolilo Pati vs Undaan Kudus Pecah di Mie Gacoan Purwosari, Berawal Saling Tantang di Instagram

Foto, Tawuran Gengster Sukolilo Pati vs Undaan Kudus Pecah di Mie Gacoan Purwosari, Berawal Saling Tantang di Instagram

Global7.id – Kudus, 

Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kali ini bentrokan melibatkan dua kelompok pemuda yang diduga berasal dari Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati dan Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Peristiwa tersebut pecah di sekitar Kedai Mie Gacoan Purwosari pada dini hari, Senin (9/3/2026).

 

Insiden itu diduga dipicu provokasi di media sosial yang kemudian berkembang menjadi tantangan terbuka antar kelompok remaja hingga berujung pada aksi kejar-kejaran dan perkelahian di jalanan kota Kudus.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan antara kedua kelompok mulai terlihat sejak dini hari. Sekitar pukul 01.00 WIB, sejumlah remaja yang diduga merupakan anggota gengster terlihat saling mengejar menggunakan sepeda motor dan terlibat perkelahian di beberapa titik jalan.

 

Situasi semakin memanas ketika kedua kelompok akhirnya bertemu di wilayah Jembatan Kencing Jati sebelum bergerak menuju kawasan Purwosari. Bentrokan yang semula hanya berupa saling tantang dan adu nyali akhirnya berubah menjadi keributan yang memicu kepanikan warga sekitar.

 

Kapolsek Kota Kudus AKP Subkhan menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula ketika seorang remaja asal Undaan berinisial RK (16) menerima tantangan dari akun Instagram milik remaja dari wilayah Pati. Tantangan itu kemudian disepakati untuk diselesaikan melalui duel antar kelompok di Kudus.

 

Setelah saling berkomunikasi melalui media sosial, kedua kelompok akhirnya sepakat bertemu pada dini hari. Namun pertemuan tersebut justru berujung keributan karena masing-masing pihak datang dengan jumlah massa yang cukup banyak.

 

Ketegangan memuncak sekitar pukul 02.30 WIB ketika bentrokan pecah di depan gerai Mie Gacoan Purwosari. Sejumlah remaja terlihat saling mengejar dan berusaha menyerang kelompok lawan di tengah jalan.

 

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Enam Diduga Pelaku Tawuran Pelajar Berhasil Diciduk Polresta Pati

 

Warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkan peristiwa tersebut melalui layanan pengaduan “Lapor Pak Kapolres Kudus.” Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari Polsek Kudus Kota bersama Unit Reaksi Cepat Muria (URCM) Sat Samapta Polres Kudus segera menuju lokasi untuk mengamankan situasi.

 

Saat petugas tiba di lokasi, para remaja yang terlibat tawuran sempat berusaha melarikan diri. Namun polisi berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga menjadi pelaku utama dalam aksi tersebut.

 

“Total ada sebanyak tujuh pemuda yang kami amankan di Mapolsek Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Kota Kudus AKP Subkhan.

 

Menurutnya, jumlah pelaku yang diamankan kemungkinan masih bisa bertambah karena polisi telah mengantongi identitas sejumlah remaja lain yang diduga ikut terlibat namun berhasil melarikan diri saat petugas datang.

 

AKP Subkhan juga mengungkapkan bahwa sebagian besar remaja yang diamankan masih berstatus pelajar. Hal ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena fenomena gengster remaja di wilayah Kudus dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan peningkatan.

 

Kepolisian kini masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap kemungkinan adanya kelompok lain yang terlibat dalam tawuran tersebut.

 

Fenomena tawuran remaja memang bukan hal baru di wilayah Kudus. Dalam beberapa kasus sebelumnya, polisi juga berhasil menggagalkan aksi tawuran yang melibatkan puluhan pemuda di kawasan lain, termasuk di belakang Pabrik Gula Rendeng, di mana sejumlah remaja diamankan saat hendak bentrok pada awal Maret 2026.

 

Bahkan dalam beberapa kasus, aksi tawuran juga dipicu hal sepele seperti saling ejek di media sosial atau balas dendam antar kelompok remaja.

 

Karena itu, kepolisian mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di dunia maya. Media sosial sering menjadi tempat awal munculnya provokasi yang kemudian berkembang menjadi konflik di dunia nyata.

 

Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat jika menemukan indikasi kerumunan remaja yang mencurigakan pada malam hari, terutama di lokasi yang rawan digunakan sebagai tempat berkumpul kelompok gengster.

 

Dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan aksi tawuran remaja yang meresahkan dapat dicegah sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.

 

 

G7/HMS

Pos terkait