Belum Usai Kasus Kudus, MBG Kembali Disorot: 8 Siswa SD di Grobogan Diduga Keracunan, Dilarikan ke Puskesmas

Foto, Siswa SD di Grobogan dibawa ke puskesmas usai diduga keracunan MBG atau Makan Bergizi Gratis

Global7.id – Grobogan, 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya ratusan siswa SMA di Kudus dilaporkan mengalami dugaan keracunan, kini kasus serupa terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

 

Sebanyak 8 pelajar sekolah dasar (SD) harus dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan MBG yang dibagikan di Desa Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, pada Jumat (30/1/2026).

 

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr Djatmiko, mengungkapkan hingga pukul 13.30 WIB, delapan siswa tersebut masih tercatat menjalani perawatan medis.

 

“Total ada 8 anak yang bergejala dan dirawat, sebagian di puskesmas dan sebagian dirujuk ke RSUD Dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi,” jelasnya.

 

Rinciannya, 5 Siswa dari SDN 2 Pulongrambe

Dari data Dinkes Grobogan, 5 siswa berasal dari SDN 2 Pulongrambe, sementara 3 siswa lainnya dari SDN 3 Mayahan. Mereka merupakan bagian dari sekitar 2.900 penerima manfaat MBG yang dilayani oleh SPPG Pulongrambe.

 

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa pagi itu sekitar pukul 09.00 WIB terdiri dari:

nasi

bistik daging sapi

Bacaan Lainnya

kerupuk

acar

susu cokelat kemasan

 

Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluh mual, muntah, sakit perut, dan pusing. Kondisi mereka dilaporkan pihak sekolah ke pengelola SPPG dan segera dievakuasi menggunakan ambulans.

 

Sampel Makanan dan Muntahan Diperiksa

Menindaklanjuti kejadian ini, petugas Dinas Kesehatan Grobogan bersama TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi. Tim mengambil sampel makanan MBG serta sampel muntahan siswa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

 

“Besok sampel akan kami kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Dinkes Provinsi Jawa Tengah untuk diteliti lebih lanjut,” ujar dr Djatmiko.

 

Hingga kini, pihak Dinkes masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

 

SPPG Pulongrambe Minta Maaf

Sementara itu, Kepala SPPG Pulongrambe, M Sodiq, menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua dan masyarakat atas insiden ini.

 

“Begitu menerima laporan, kami langsung membawa anak-anak ke puskesmas dan rumah sakit. Kami meminta maaf dan siap bertanggung jawab sepenuhnya,” tegasnya.

 

MBG Jadi Sorotan Publik

Kasus di Grobogan ini menambah daftar panjang dugaan keracunan dalam pelaksanaan program MBG, menyusul kejadian serupa di Kudus. Publik pun mendesak agar pengawasan mutu, proses distribusi, serta standar keamanan pangan dalam program nasional tersebut diperketat.

 

Pemerintah daerah memastikan penanganan medis terhadap siswa terdampak menjadi prioritas, sembari menunggu hasil laboratorium sebagai dasar langkah lanjutan.

 

G7/KMP

Pos terkait