Penganiayaan Pesta Ballo Makassar: Ojol Asal Maros Tewas Dipicu Uang Minuman

Foto, Polisi memasang garis polisi di rumah lokasi penganiayaan pesta ballo Makassar

Global7.id – Makassar, 

Tragis! Ojol Asal Maros Tewas Dianiaya Usai Pesta Ballo di Makassar, Dipicu Uang Minuman.

Kasus penganiayaan pesta ballo Makassar kembali menelan korban jiwa. Seorang pria berinisial RR (50), pengemudi ojek online asal Kabupaten Maros, meninggal dunia usai diduga dianiaya di sebuah rumah kawasan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (6/1/2026) malam.

 

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Saat kejadian, RR tidak sendirian. Ia tengah berkumpul bersama sejumlah rekannya dalam pesta ballo, minuman keras tradisional yang diketahui kerap dikonsumsi di lokasi tersebut.

 

Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, situasi awal di lokasi sempat santai sebelum berubah mencekam akibat persoalan pembayaran ballo yang dikonsumsi bersama.

 

“Selesai minum ballo, ditagih uang ballonya. Itu yang memicu,” ujar Ismail saat dikonfirmasi Rabu (7/1/2026) sore.

 

Ismail menjelaskan, jumlah uang yang dibayarkan korban dan rekan-rekannya dinilai tidak mencukupi, sehingga memicu cekcok. Emosi memuncak, dan RR diduga dianiaya hingga terjatuh, tak sadarkan diri, lalu meninggal dunia di lokasi.

 

Mendapat laporan warga, aparat kepolisian segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Sementara itu, jenazah RR langsung dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna menjalani autopsi.

 

“Masih kita tunggu hasil autopsinya. Korban baru diautopsi tadi jam 06.00,” ungkap Ismail.

Bacaan Lainnya

 

Dalam pengembangan kasus ini, polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, yakni HB (40) yang disebut sebagai pelaku utama, AR (39) rekan korban saat pesta miras, serta MR, pemilik rumah yang menjadi lokasi kejadian.

 

“Yang diamankan ada tiga, termasuk pemilik lokasi atau pemilik rumah,” tegas Ismail.

 

Meski demikian, peran masing-masing pihak masih terus didalami. Seluruh saksi yang berada di lokasi saat kejadian kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap kronologi sebenarnya.

 

Menariknya, pelaku utama membantah melakukan pemukulan. Dalam keterangannya kepada polisi, ia mengaku hanya mendorong korban hingga terjatuh.

“Menurut pengakuannya, dia dorong katanya, korban jatuh lalu meninggal. Tapi itu masih kita dalami,” jelas Ismail.

 

Kasus ini kembali menjadi peringatan keras akan bahaya pesta minuman keras yang kerap berujung konflik dan kekerasan. Polisi menegaskan akan menuntaskan penyelidikan hingga terang-benderang, sembari menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian RR.

 

G7/TEAM

 

Pos terkait