Global7.id – Jepara,
Camat Batealit Kabupaten Jepara mengambil langkah proaktif dengan mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berfokus pada penanganan sampah dan kesiap siagaan bencana di aula kecamatan, Rabu (29/10/2025).
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan program “Desa Bersih” di seluruh wilayah kecamatan.
Turut hadir Rakor yang di lakukan, para kepala desa, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi lingkungan, Relawan GCTS serta unsur terkait lainnya, bertujuan untuk menyusun strategi komprehensif dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam sambutannya, Camat Batealit Yeny Diah Sulistiyani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, kita bisa mewujudkan ‘Desa Bersih’ yang kita impikan,” ujarnya.
Selain membahas penanganan sampah, rakor juga membahas tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Mengingat wilayah Batealit memiliki potensi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, maupun pohon tumbang, Yeny meminta seluruh peserta rakor untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah preventif.
“Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana akan datang, tetapi kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin. Melalui rakor ini, kita harapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana,” tambahnya.
Rakor ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain:
– Peningkatan sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar kepada masyarakat.
– Pengadaan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai di setiap desa.
– Peningkatan kegiatan kerja bakti secara rutin di tingkat desa, melibatkan seluruh elemen masyarakat.
– Pelaksanaan program “Jumat Bersih” secara rutin di setiap desa.
– Pembentukan tim khusus pengawasan bebas sampah di setiap desa.
– Pembentukan tim relawan penanggulangan bencana di tingkat desa.
– Penyusunan rencana kontingensi bencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Yeny menegaskan bahwa program “Desa Bersih” bukan hanya sekadar wacana, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
“Saya tidak akan mentolerir desa yang abai terhadap kebersihan lingkungan. Kita harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan Kecamatan Batealit yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” pungkasnya.
G7/Obeng










