Global7.id – Jepara,
Fenomena motor brebet di Indonesia belakangan ini ramai dibahas, terutama setelah banyak laporan dari warga Jawa Timur yang mengalami masalah dengan sepeda motor mereka setelah mengisi bahan bakar Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina.
Kasus motor brebet seperti di Jawa Timur juga dilaporkan terjadi di Jepara, Rabu 29 Oktober 2025, Nasikin Salah satu pengendara motor menuturkan baru-baru ini setelah motor saya isi pertalite kog motor jadi tidak enak mas, motor tiba-tiba brebet dan sering mati keluh Nasikin kepada awak media Global7.id.
Nasikin menduga Penyebabnya diduga terkait dengan kualitas bahan bakar Pertalite yang tidak sesuai standar atau adanya kontaminasi, ujar Nasikin dengan nada kesal.
Penyebab Motor Brebet:
– Dugaan awal penyebab motor brebet adalah kandungan etanol yang berlebihan dalam Pertalite atau kualitas bahan bakar yang tidak sesuai.
– Namun, hasil uji laboratorium oleh Otorider menggunakan alat Zeltex ZX-101XL menunjukkan bahwa nilai oktan Pertalite justru lebih tinggi dari spesifikasi resmi, yaitu RON 92,1, sedangkan standar RON untuk Pertalite adalah 90 ¹.
Tindakan yang Diambil:
– Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menurunkan tim dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memverifikasi fakta terkait keluhan masyarakat.
– Pertamina juga telah melakukan investigasi menyeluruh dan membuka posko pengaduan masyarakat di Jawa Timur untuk menampung laporan terkait gangguan atau keluhan BBM ².
Reaksi Masyarakat:
– Banyak warga yang memilih beralih ke Pertamax karena khawatir dengan kualitas bahan bakar bersubsidi.
– Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid meminta Pertamina memperkuat sistem pengendalian mutu serta transparansi informasi kepada masyarakat ¹ ².
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap agar pemerintah dan Pertamina dapat memberikan transparansi penuh terkait hasil investigasi kasus motor brebet yang terjadi setelah menggunakan Pertalite. Mereka menginginkan informasi tentang lokasi SPBU yang diperiksa, batch distribusi, dan hasil kimiawi bahan bakar yang diuji.
Selain itu, masyarakat juga berharap ¹:
– *Tindakan Cepat dan Tepat*: Pemerintah dan Pertamina diharapkan untuk segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini dan mencegahnya terjadi lagi di masa depan.
– *Kualitas Bahan Bakar*: Pertamina harus memastikan kualitas bahan bakar yang dijual sesuai dengan standar yang ditetapkan.
– *Pengawasan yang Ketat*: Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar untuk mencegah terjadinya penyelewengan.
G7/Team










