Global7.id – Jepara,
Hari ini kita memperingati momen bersejarah lahirnya Pancasila, dasar negara yang menjadi landasan bangsa Indonesia.
Jepara, 1 Juni 2025, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai bernegara yang beradab dan bermartabat. Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dijadikan slogan, tetapi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama di tengah kondisi bangsa yang menghadapi tantangan moral, sosial, dan politik.
“Tantangan kita bukan hanya soal ekonomi dan hukum, tapi juga degradasi moral kebangsaan. Pancasila harus diterjemahkan dalam tindakan, bukan hanya slogan,” ujar Agus Sutisna.
Ia menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai luhur Pancasila dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang semakin rentan terpolarisasi, terutama akibat derasnya arus informasi digital dan meningkatnya ketegangan horizontal.
Memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi kesempatan penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa di tengah kompleksitas tantangan sosial saat ini. Pancasila bukan hanya simbol ideologis, melainkan panduan etika dan kompas moral yang harus terus dihidupkan dalam setiap aspek kehidupan bernegara.
Nilai-nilai seperti kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi sangat relevan dalam menghadapi dinamika sosial-politik dan tantangan keamanan yang berkembang, termasuk isu premanisme dan ketegangan sosial yang mulai mengemuka.
Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jepara, Budi, menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman sikap dalam merespons situasi sosial secara bijak dan tidak reaktif. Ia menyoroti perlunya pendekatan proporsional dalam menangani isu-isu seperti premanisme yang belakangan menjadi sorotan publik.
“Saat ini perlu penyikapan secara proporsional terkait isu premanisme. Jangan sampai tindakan atau opini yang berkembang di masyarakat justru memecah belah. Pancasila mengajarkan kita untuk menjunjung keadilan dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan,” ungkap Budi.
Ia menambahkan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan pendekatan sosial dan edukasi kebangsaan agar tidak terjadi pelabelan atau penghakiman sepihak yang justru mencederai rasa keadilan.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan juga ajakan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga cita-cita luhur bangsa Indonesia yang adil, bersatu, dan berdaulat di tengah keberagaman serta dinamika zaman, Pungkas Agus Sutisna.
Sumber:G7/AR










