Warga Bangsri Jepara Resah dengan Ulah Oknum yang Menjual Kalender Keliling

Foto, ilustrasi penjual kalender keliling.

Global7.id – Jepara, 

Kejadian tak mengenakkan terjadi di masyarakat, dengan kasus munculnya ibu-ibu keliling menawarkan kalender, hal ini terjadi di lingkungan RT02/RW15 Desa Bangsri, Kabupaten Jepara, Sabtu (17/5/2025).


Modus oknum penjual kalender yang mendatangi rumah – rumah warga, memaksa warga untuk membeli kalender dengan harga tidak wajar dan jika pemilik rumah tidak membeli kalendernya, oknum tersebut marah – marah, kemudian memaksa meminta sumbangan.


Salah satunya, ibu Cika warga RT02/15 Desa Bangsri menuturkan, “Niki wau sampun teng gene Kulo pak RT ibu pakai gamis bunga-bunga pink, Kulo mboten tumbas kalender tapi angger tak paringi Arto kedik, soale kados maksa, malah minta pengharum baju katanya baunya kecut, ” ujarnya, Sabtu (17/5).


Selain itu, Ibu Ciwi salah satu warga juga menambahkan, ” Klo saya pernah di paksa beli loh pak RT tapi bukan yang sekarang ini, begitu tak tanya sudah ijin pak RT apa blum langsung orangnya balik ke jalan raya, ” jelasnya.


Ibu Ciwi menambahkan, “Ciri – ciri 2 ibu Perempuan pake baju hitam kerudung hitam, ” terangnya.


Sementara itu, dugaan modus para oknum ini dalam menjual kalendernya memakai pakaian muslim, supaya terkesan santri seperti dari pondok pesantren. Namun cara yang digunakan mengintimidasi warga agar kalender laku dengan harga tinggi.


Tak hanya itu, keterangan salah satu warga Desa Bangsri juga menyampaikan, “Lo iya….kemarin lusa datang ke rumahku. Jual kalender 30 ribu. Langsung saya tolak, eh malah marah-marah minta sumbangan seikhlasnya. Gak di kasih malah ngomel-ngomel, ” terang Abid salah satu pemuda RT 02/15 Bangsri Juga.


“Jual kalender gak di beli tapi maksa minta uang sumbangan. Ini meresahkan, ” imbuh Abid.

 

Hal ini viral di status group WhatsApp warga RT02/15 Desa Bangsri, kecamatan Bangsri, Jepara, “Himbauan untuk semua warga supaya hati-hati dengan modus oknum penjual kalender dan dihimbau supaya warga tegas menolak kalau ada sales apapun masuk ke lingkungan kita tanpa seizin lingkungan yaitu RT/RW, ” pesan ketua RT02/15 Desa Bangsri.***


 

Sumber: G7/US.

Pos terkait