Sejarah Munculnya Islam Aboge di Pulau Jawa dari Abad ke-14 Masehi

Foto, kolase. penganut agama Islam Aboge di daerah pulau Jawa Tengah.

Global7.id – Sejarah,

Islam Aboge atau Alif-Rebo-Wage (A-bo-ge) merupakan sebuah aliran Islam yang diajarkan oleh Raden Rasid Sayid Kuning yang merupakan murid dari Sunan Kalijaga yang diutus untuk menyebarkan agama Islam di daerah Purbalingga dan sekitarnya.

Islam Aboge masih berkembang luas di daerah sekitar Kabupaten Banyumas, seperti Jatilawang, Ajibarang, Rawalo, Pekuncen, Karanglewes, dan Wangon.

Perbedaan dengan Islam lainnya
Pelaksanaan ibadah puasa, perayaan Idhul Fitri, dan Idhul Adha yang dilaksanakan oleh komunitas Aboge selalu mengalami perbedaan dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Bermula dari abad ke-14 Masehi, wilayah Desa Onje masih berbentuk hutan dan belum ditinggali oleh manusia. Permukiman mulai dibangun ketika seorang ulama yang bernama Syekh Syamsudin datang ke wilayah tersebut.

Syamsudin merupakan utusan dari negeri Arab yang datang ke Pulau Jawa untuk membantu menghentikan penyebaran wabah penyakit. Dalam perjalanannya, ia singgah di hutan yang nantinya menjadi Desa Onje. Ia beristirahat untuk salat di atas sebuah batu. Ia kemudian mulai melakukan pembangunan masjid di tempat salatnya. Masjid yang ia bangun masih berupa bangunan dasar.

Pembangunan Masjid Raden Sayyid Kuning diadakan pada masa kekuasaan Kesultanan Demak. Setelah pembangunan masjid selesai, Raden Sayyid Kuning menjadi imam masjid yang pertama di desa tersebut.

Hingga kini, Masjid Raden Sayyid Kuning adalah masjid yang berada di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa masjid ini sebagai salah satu cagar budaya Indonesia. Penetapannya melalui Surat Keputusan Nomor 432/226 tahun 2018 yang diterbitkan tanggal 7 Juni 2018. Nomor registrasinya ialah CB.1570.

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua yang digunakan untuk penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Pada masa pembangunannya, wilayah sekitarnya dikelilingi oleh hutan yang ditumbuhi pakis. Karenanya tiang Masjid Raden Sayyid dibuat dari 4 batang pohon pakis. Bagian atapnya terbuat dari ijuk yang sebelum diberi nama Masjid Raden Sayyid Kuning, nama masjid ini adalah Masjid Onje.

Berbeda dengan umat Muslim lainnya, penganut Islam Aboge menggunakan kalender Alif Rebo Wage atau Aboge untuk menentukan tibanya hari besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, meskipun tidak jarang pelaksanaan juga bersamaan dengan penganut Islam lainnya.

Ciri khas Islam Aboge
1. Menggunakan kalender Alif Rebo Wage untuk menentukan hari-hari penting, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

2. Memanfaatkan sistem penanggalan Jawa Islam.

3. Memanfaatkan Hisab Rukyah kejawen.

4. Melakukan ritual slametan setiap bulan di atas tanggal 10 atau sebelum tanggal 15 menurut sistem kalender Jawa.

5. Menggunakan jenang abang petak (bubur merah putih) sebagai sesaji dalam ritual slametan.
(***)

Sumber: BS.

Pos terkait