Langganan Banjir, SD Negeri 2 Kembang Butuh Perhatian dari Pemda Jepara 

Foto, banjir terjadi di SD negeri 2 Kembang, kecamatan Kembang, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Banjir dapat terjadi di musim hujan karena berbagai faktor, seperti curah hujan yang tinggi, kapasitas sungai yang kecil, dan tidak adanya sistem drainase yang baik.


 

Banjir terjadi di salah satu sekolah dasar di wilayah kabupaten Jepara. SD Negeri 2 Kembang, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, yang kini menghadapi kondisi memprihatinkan yang memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Jepara.


 

Sekolah ini terletak di pinggir sungai, sehingga saat musim penghujan, air selokan dari sungai sering meluap hingga menggerus pinggiran sekolah. Akibatnya, air masuk ke halaman dan ruang kelas.


 

Yeni Suryani selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa pagar pembatas di belakang kelas belum tersedia, sehingga air dari area yang lebih tinggi dengan mudah masuk ke ruang kelas.


 

Diketahui, pada tahun lalu, SD Negeri 2 Kembang, telah menerima bantuan pembangunan pagar untuk bagian depan, tetapi belum mencakup pagar belakang kelas. Hal ini menyebabkan air hujan deras dari belakang semakin memperparah genangan hingga masuk ke ruang kelas.


 

Selain itu, fasilitas lain seperti kamar kecil untuk guru belum tersedia dan masih bercampur dengan murid. Ruang kantor pun masih menggunakan ruang kelas yang disekat, sehingga menambah keterbatasan fasilitas.


 

Yeni berharap agar Pemda dan Dinas Pendidikan segera meninjau dan mengambil langkah nyata atas kondisi ini.


 

Bacaan Lainnya

“Dengan keadaan seperti ini, guru-guru sering mengeluh, bahkan sampai menangis karena kesulitan yang dihadapi,” ujar Yeni, Selasa (24/12).


 

Kondisi ini juga menimbulkan keprihatinan dari warga sekitar, termasuk para orang tua murid. “Kami sedih melihat kondisi sekolah anak-anak kami. Rasanya kurang diperhatikan jika dibandingkan dengan sekolah lain yang lebih layak dan nyaman untuk belajar,” ungkap salah satu wali murid.


 

Melihat situasi ini, SD Negeri 2 Kembang sangat memerlukan perhatian serius dari pihak terkait untuk meningkatkan fasilitas dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi siswa dan guru, tutupnya.***

Sumber: Li.

Pos terkait