Global7.id – Jepara,
Keberadaan Jepara telah berlangsung sebelum adanya kerajaan-kerajaan di tanah Jawa. Saat itu, Jepara telah ditinggali orang-orang yang berasal dari Yunan Selatan yang melakukan migrasi ke arah selatan.
Saat itu, Jepara masih terpisah oleh Selat Juwana. Jepara terletak di bagian utara, provinsi Jawa Tengah. Wilayah barat dan utara berbatasan dengan Laut Jawa, bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Pati dan Kudus, dan bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Demak.
Pada umumnya penduduk Jepara merupakan suku Jawa, dan beberapa suku lain dari Indonesia. Untuk karakter dan kepribadian orang Jepara agak sedikit berbeda dengan kabupaten lainnya.
1. Berdedikasi Tinggi dalam Urusan Dangdut
Orang-orang Jepara memang diketahui penikmat dangdut paling loyal sejagat raya. Konon, dangdut jadi salah satu hiburan paling merakyat di Jepara. Dangdut dipentaskan saat nikahan, sunatan, agustusan, bahkan konon halal bihalal.
Aliran dangdut yang banyak mereka nikmati pun aliran dangdut yang “mak serrrr”. Ciri khasnya adalah, di tengah-tengah lagu pasti ada mbak-mbak yang bilang “hasyik, asyik, asyik….” Mau lagu sedih, mau lagu seneng, mbak-mbak penyanyi selalu menambahkan “asyik, asyik, asyik joss” pada lagu yang dinyanyikannya.
Teman-teman yang suka dangdut koplo nggak cuma menikmati musiknya. Mereka kenal nama orkes dan – tentu saja – biduannya. Makanya, mereka nggak asing dengan nama-nama seperti Yeni Yolanda, Veve Vanessa, Vianita Zahra, Ayu Tria, Kiki Kirana, Lina Agustina, Lisa Chaniago, atau Luluk Lumewa.
2. Santri yang Suka Ngaji, Suka Minum Kopi
Betapa pun mereka militan dalam urusan koplo, mereka selalu rajin ngaji. Tiap selesai solat, mereka membaca Quran dan tajwid mereka bagus.
Di Jepara dan Kudus, konon, memang banyak pesantren yang mendidik anak-anak muda menjadi penghafal Quran. Bagi mereka yang pernah mondok, ngaji telah jadi kebutuhan. Mungkin seperti perokok setelah makan. Kurang lengkap kalau shalat tanpa ngaji.
Mereka juga senang minum kopi. Entah kopi hitam yang diseduh sendiri, maupun kopi cream/susu. Mereka menikmati kopi pagi, siang, sore, malam, dan mungkin tengah malam.
3. Orang Jepara Hidup Bahagia, Hidup Bergembira
Tidak ada orang Jepara yang sedih. Mereka selalu punya cara bergembira. Setidaknya, itulah yang saya tangkap dari teman-teman Jepara. Mereka suka bercanda, saling ledek, dan tertawa keras sampai terdengar orang sekampung.
Mereka boleh saja ditolak cintanya, tapi mereka tak akan patah hati.
mereka boleh saja sepi usahanya, tapi mereka akan segera bangkit lagi.
Mereka boleh saja kehilangan sesuatu, tapi tak pernah meratapi.
Mereka selalu “asyik, asyiiik, asyiiik” dan “bukak sitik jos” lah.
4. Suangar, Sembarang Kalir, Kuabeh
Ada beberapa ungkapan khas orang Jepara yang bikin saya selalu suka mendengarnya. Saat mereka melekat sifat pada sesuatu, mereka akan menggunakan tambahan vokal “u”. Kata “sangar” diubah menjadi suangar. Kata “asu” diubah menjadi uasu. Kata “edan” diganti uedan.
Selain itu, ada ungkapan khas yang nggak pernah sama dengan orang dari daerah lain. Ada ungkapan “sembarang kalir” yang artinya “semua hal.”
Kadang-kadang, orang Jepara suka membuat generalisasi. Sesuatu yang sebenarnya sebagian, digeneralisasi menjadi semua. Misalnya, “Cah kampungku, kuabeh santri”. Atau, “Wong Ciputat ki kancaku kuabeh”.
5. Mereka adalah Perayu Ulung
Ada teman dari Jepara yang bisa punya lima pacar sekaligus. Dan, entah kenapa, itu tidak cuma terjadi sekali. Padahal kalau dari tampang, dia nggak cakep-cakep amat tuh. Suwer!
Bisa jadi, orang-orang Jepara memiliki kharisma asmara (cie cie cie…) yang tak dimiliki orang daerah lain. Mereka dikaruniai bakat menjadi perayu, bisa menaklukkan hati lawan jenis hanya dengan beberapa kalimat. Suangar to?
6. Semangat Dagang Tinggi, Toleransi Ngutangi Juga Tinggi
Anak-anak muda dari Jepara dan Kudus diajarkan berdagang sejak kecil. Mereka memiliki prinsip hidup “jigang” alias ngaji sambil dagang saat masih nyantri.
Prinsip itu kayaknya dipakai terus setelah mereka keluar dari pesantren. Makanya, di manapun mereka berada, mereka selalu bisa melihat celah usaha. Berapa pun modalnya, bisnis harus dimulai.
Yang membahagiakan, mereka juga toleran dan baik hati pada teman. Jadi, meskipun usaha mereka kecil-kecilan, mereka gak punya masalah kalau harus di utang oleh teman. Mereka siap bangkrut, asal teman bahagia. Merdeka!
7. Cewek Jepara Selalu Menawan
Di Jepara konon ada ratu yang cantik jelita. Entah siapa namanya, saya belum pernah kenalan. Ketika dia meninggal, dia mewarsikan kecantikan kepada anak-anak perempuan di sekitarnya. Makanya, anak-anak perempuan di Jepara banyak yang cantik.
Ini emang anggapan yang musti dicek kebenarannya sih. Coba deh, dilakukan survey atau sensus, supaya anggapan ini bisa dipertanggung jawabkan.
8. Betah Ngobrol, Betah Facebookan
Mau tengah malam, mau Subuh, atau bedug, teman-teman dari Jepara selalu semangat diajak ngobrol. Mereka juga siap sedia untuk dijadikan teman curhat. Kadang-kadang, ngobrol dengan mereka seperti berenang di laut. Temanya luas, ke mana-mana.
Mereka juga Facebooker sejati. Mereka suka duduk di depan computer berjam-jam. Ada-ada saja yang mereka lakukan. Kadang membuat status, kadang iseng membuka beranda orang lain, kadang kepo melihat album orang lain.
Begitu semangatnya Facebookan, beberapa teman dari Jepara membuat beberapa akun FB sekaligus. Satu adalah akun resmi, satu akun buat jualan, dan satunya akun khusus untuk nggodain orang.
9. Mencintai Orang Tuanya, Daerahnya, Juga Persijap-nya
Banaspati-Persijap, Nah, uniknya, betapa pun orang-orang Jepara sering “nakal”, mereka tetap jadi anak yang mencintai orang tuanya. Mereka selalu siap pulang kampung kapan pun ibunya memanggil. Bahkan, mereka yang sering bicara kasar di luar, saat bicara dengan ibunya bisa berubah jadi sangat halus.
Teman-teman dari Jepara juga mencintai daerahnya, mencintai ukiran khasnya, juga mencintai Persijap nya. Mereka siap sedia menyerahkan jiwa dan raga (uedyan!) untuk membuat tempat kelahirannya semakin maju. Mereka rela menahan lapar dan dahaga (emang puasa?), agar masyarakat di sekitarnya sejahtera.***
Sumber:










