Kedua Orangtuanya Meninggal, Kisah 2 Gadis Cilik ini yang Berharap Uluran Tangan

Global7.id – Kisah Nyata, 

Kisah awal mula sebuah keluarga bahagia pasangan dari ibu Sriah dan bapak Sholikin dari desa Guyangan RT 02 RW 09, yang dikaruniai dua putri yang cantik-cantik, anak pertama bernama Riska Amalia 15 tahun dan Ita Kusumawati 5 tahun. Pak Sholikin sebagai penopang kebutuhan keluarga yang bekerja di perantauan yang sebelum adanya wabah Virus covid-19 bisa memenuhi kebutuhan hidupnya cukup dan terpenuhi.
Dengan ketabahan seorang ibu Sriah yang mengurus keluarga dengan kasih sayangnya terlihat tentram dan damai.
Berjalannya waktu dari bulan ke tahun membuat dunia ini goyah perekonomian akibat merebahnya wabah virus covid-19 yang berdampak di masyarakat tak terkecuali keluarga kecil pak Sholikin.

(foto anak pertama bernama Riska Amalia 15 tahun dan Ita Kusumawati 5 tahun kedua putri keluarga Pak Sholikin/istimewa)

Kebutuhan semakin bertambah tapi pendapatan sang ayah tidak menententu, sedangkan ibu mulai sakit sakitan awal kesulitan penuh keprihatinan yang dirasa keluarga pak Sholikin.

Telah di sampaikan sekilas dari Agus Dwi Setiawan tetangga dekat keluarga pak Sholikin, Jumat (23 April 2021).

 

 

Dengan ditemani kedua putrinya ibu Sriah yang berjuang melawan penyakitnya dan berjuang untuk mencukupi kebutuhan dari pemberian uang sang ayah dari kerjanya dirantau. Sakit tak kunjung sembuh dengan sekuat tenaga pak Sholikin yang selalu berusaha mengobatkan sang istri tercinta, tapi Allah berkehendak untuk memanggil dan ibu Sriah meninggal dunia.

 

 

Kedua putrinya menjerit dan air mata bercucuran tak kuasa menahan saat ditinggal ibunya. Sang ayah mendekap kedua putrinya dengan suara lirih dan belinang air mata, “ibumu wis meninggal nduk….”, Ucap sedih pak Sholikin.

 

Kini tugas ayah semakin berat tiada lagi tempat berkeluh kesah yang dulu pemberi semangat penghibur dikala susah dan kini sang istri telah tiada, sedangkan kedua putrinya yang masih kecil-kecil ini butuh perhatian. Pak Sholikin hurus kuat meski harus siang malam membanting tulang dan juga harus memberi perhatian kedua putri tercintanya.

(foto Ita Kusumawati 5 tahun putri pak Sholikin almarhum/istimewa)

Bulan puasa telah tiba kesehatan sang ayah juga mulai berkurang tapi tidak dirasa ingin berusaha kuat dihadapan putri-putrinya, sampai hari ke-10 puasa tepatnya di hari kamis malam jum’at pas habis magrib Allah berkehendak memanggil Bpk Sholikin. Kembali teriakan putri-putrinya yang menagis, “Pak’eeee paak’ee aku ojo mbokk tinggal paakk….aku ora nduwe sopo-sopo pak…”, semua tetangga saudara pada tak kuasa menahan tangis suasana malam itu sangat menyedihkan. Semua sudah menjadi ke hendak Allah SWT dan semoga diberi ketabahan buat kedua putrinya.

 

“Kisah nyata memilukan ini menjadi inspirasi untuk saya tulis dengan harapan bisa mengetuk saudaraku dan para dermawan mengikhlaskan sebagian harta untuk membatu kedua putri pak Sholikin dan Ibu Sri ah (Almarhum). Bahagiakan dengan kasih dan ketulusan agar di hari raya lebaran kedua putri ini bisa bahagia dan bisa merayakan hari yang Fitri”, tutup penulis Sunarto.

Bacaan Lainnya

 

 

Silahkan Kirimkan bantuan anda kedua anak yatim piyatu ini ke alamat Riska Amalia dan Ita Kusumawati di desa Guyangan RT02/RW09 dukuh Seberuk kecamatan Bangsri, Jepara.***

Sumber : wartawan Sunarto.

Pos terkait