Budaya Seni Ukir Jepara Patut di Lestarikan, KKN Unisnu Adakan Gambar Bersama

Global7.id – Jepara, 

Di era zaman digital membuat keterampilan seni ukir ternyata tak lagi diminati generasi muda Jepara. Menguat kekhawatiran bahwa seni yang memiliki artistik dan estetika tinggi serta jadi kebanggaan Indonesia, punah ditelan zaman. Tak bisa dipungkiri, seni ukir Jepara merupakan aset bangsa Indonesia. Ornamen dan motif ukiran menjadi keunggulan orisinal kita di mata dunia internasional. Hingga hari ini pun seni ukir khas Jepara belum tertandingi oleh negara mana pun.

(foto KKN Unisnu Jepara Adakan Gambar Ukir Jepara/istimewa)

Di sisi lain, kini kita melihat menurunnya minat generasi muda Jepara mendalami seni ukir. Minat siswa-siswi di Jepara terhadap ukir dan pertukangan kayu makin kurang. Belum lagi makin berkurangnya tenaga pengukir muda di sentra ukir, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara. Dari sekitar 8.000 warga desa, hanya 30% yang menekuni menjadi perajin ukiran. Dulu, lebih dari separuh warga menjadi perajin ukir. Kini, dari sedikit yang tersisa, 70% berusia ’’tua’’ untuk ukuran pengukir, yakni di atas 30 tahun. Generasi muda tak lagi meminati pekerjaan tersebut, dengan alasan pengukir tidak memberikan jaminan masa depan yang layak kepada mereka. Fakta itu tidak bisa dibantah karena kita bisa melihat langsung di sentra-sentra ukir. Kekhawatiran juga muncul saat kurikulum muatan lokal seni ukir pada semua jenjang pendidikan, dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA belum menjadi pelajaran wajib.

(foto KKN Unisnu Jepara Adakan Gambar Ukir Jepara/istimewa)

Sehingga untuk meneruskan warisan budaya mengukir harus diberikan pengertian sejak dini tentang seni ukir dan ditanamkan kepada anak-anak supaya mencintai seni ukir Jepara. Selain itu juga anak-anak akan mendapat dampak positif dari belajar mengukir yaitu anak-anak semakin kreatif, trampil dan teliti. Untuk itu, diperlukan adanya upaya yang dapat memperkenalkan kembali seni ukir Jepara dan mengajak untuk berkarya lagi dengan ukiran seperti membuat kampanye yang menarik dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Maka dari itu KKN Unisnu Kelompok 19 bekerjasama dengan SDN 6 Mulyoharjo mengadakan sinau gambar ukir bareng dengan mengusung tema “Pengenalan Seni Ukir Jepara Untuk Menumbuhkan Minat Anak Dalam Mengenal Seni Ukir”.

(foto KKN Unisnu Jepara Adakan Gambar Ukir Jepara/istimewa)

Pengenalan ini merupakan program pengabdian salah satu bentuk program KKN yaitu program pengabdian masyarakat berbasis kemitraan. Tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkan minat anak dalam mengenal seni ukir khususnya seni ukir Jepara.

(foto KKN Unisnu Jepara Adakan Gambar Ukir Jepara/istimewa)

Kegiatan sinau gambar ukir ini diawali dengan pengenalan sejarah singkat ukiran dan motifnya. Yang selanjutnya dipraktekkan dengan menggambar motif ukiran. Dengan demikian seni ukir Jepara dikenal lagi oleh anak-anak dan membuat anak-anak semakin kreatif, trampil dan teliti.

Pos terkait