Global7.id – Jepara, Rabu, 8 Juni 2022
Jepara Global7.id – Sejak Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami kenaikan, warga kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara mulai mengeluh terhadap kelangkaan bahan bakar Pertalite.
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten setempat memasang palang kalau bahan bakar jenis Pertalite selalu habis diatas pukul 12 siang.
Kondisi ini membuat sejumlah warga curiga adanya permainan dari pihak pengelola Pom Bensin setempat, bahkan ada dugaan permainan dengan (OKNUM) nakal yang menyalah gunakan bensin Pertalite untuk di jual kembali, karenare harga eceran Pertalite di masyarakat itu dah mencapai harga Rp 10.000,-
Andre salah satu warga yang sangat kecewa dengan kelangkaan bahan bakar jenis Pertalite dan menduga ini ada unsur kesengajaan dari pihak Pom Bensin setempat.
“Ini kan aneh, begitu Pertamax naik, Pertalite langsung hilang di SPBU, sehingga warga seakan dipaksa untuk membeli Pertamax,” Ujar Andre saat di wawancarai awak media Global7, Rabu (8 juni 2002).
Karena tidak ada pilihan warga pun terpaksa harus mengisi Pertamax. “Kalau seperti ini kan kami mau gak mau harus isi Pertamax yang harganya sangat mahal,” kata Andre kepada Global7.
Sementara itu, Agung warga lain juga mengeluhkan langkanya bahan bakar Pertalite di SPBU Krasak Bangsri yang setiap harinya kebanyakan kosong. Hal ini jelas dan sudah nyata, diduga ada permainan pihak pengelola pom Bensin dengan OKNUM tertentu.
Ia menambahkan, “Sepertinya warga memang di paksa untuk membeli pertamax dengan harga cukup mahal, kalau seperti ini sama saja pemerintah seakan ingin mencekik warga di tengah harga bahan pokok sedang melambung tinggi dan dengan membiarkan OKNUM Pom Bensin setempat yang bermain curang itu tidak segera di tindak”, katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum bisa di minta keterangan terkait hilangnya bahan bakar Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Jepara.***
(Setiyadi Global7.id )
Mas Narto Global7.id










