JEPARA | Global7.id – Masyarakat Jepara sempat dibuat resah setelah beredarnya video dan narasi teror perampok sadis bermodus pocong yang viral di media sosial. Konten tersebut menampilkan sosok menyeramkan yang disebut berkeliaran pada malam hari sambil membawa senjata tajam.
Informasi itu dengan cepat menyebar melalui berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya hingga memicu kepanikan di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan mengaku khawatir untuk beraktivitas pada malam hari karena takut menjadi sasaran pelaku perampokan.
Namun setelah dilakukan penelusuran, video dan narasi yang beredar dipastikan hanyalah konten rekayasa yang dibuat oleh tiga remaja demi menarik perhatian dan mengejar viralitas di media sosial. Ketiganya kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena aksi mereka dinilai telah menimbulkan keresahan publik.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. Warga diimbau tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya, terutama konten yang mengandung unsur teror, provokasi, atau menimbulkan kepanikan massal.
Selain itu, masyarakat juga diminta membiasakan diri melakukan pengecekan fakta sebelum membagikan informasi kepada orang lain. Jika menemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar, warga disarankan segera melapor kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak kepolisian agar dapat ditangani dengan tepat dan tidak memicu kesalahpahaman.
Fenomena penyebaran konten hoaks demi mengejar popularitas di media sosial dinilai berbahaya karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga pun berharap para kreator konten lebih bertanggung jawab dan tidak menjadikan rasa takut masyarakat sebagai bahan hiburan semata.
G7/AR










