JEPARA | Global7.id – Tradisi sedekah bumi Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Arak-arakan piramida ancak hasil bumi yang menjadi puncak perayaan sukses menyedot perhatian masyarakat dengan balutan adat Jawa, kreativitas warga, serta semangat kebersamaan yang kental terasa di sepanjang jalur keliling desa.
Suasana semakin menarik ketika perangkat desa beserta istri tampil mengenakan pakaian adat Jawa. Para perangkat desa tampak berwibawa dengan busana tradisional, sementara para istri tampil anggun mengenakan kebaya yang menambah kesan sakral sekaligus memperkuat identitas budaya dalam prosesi tahunan tersebut.
Arak-arakan diberangkatkan dari Lapangan Mindahan pada Minggu, 24 Mei 2026, dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mindahan, Agus Heri Purwanto. Prosesi keliling desa itu mendapat pengawalan dari Polsek Batealit, Koramil Batealit, serta Linmas Desa Mindahan sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan meriah.
Puluhan ancak berisi hasil bumi diarak mengelilingi desa sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, hasil panen, serta harapan agar warga senantiasa diberikan kesejahteraan dan dijauhkan dari berbagai musibah.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mindahan Agus Heri Purwanto menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan sedekah bumi.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh perangkat desa, BPD Desa Mindahan, karang taruna, serta seluruh masyarakat Desa Mindahan yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Di tempat yang sama, panitia kegiatan Fathul Wahap menyampaikan bahwa sebanyak 37 ancak turut diarak dalam festival tersebut. Menurutnya, kemeriahan sedekah bumi tidak hanya melibatkan masyarakat Desa Mindahan, tetapi juga mendapat partisipasi dari sejumlah lembaga pendidikan yang ada di desa tersebut.
“Total ada 37 ancak yang ikut diarak. Tidak hanya masyarakat, beberapa lembaga pendidikan di Desa Mindahan juga ikut berpartisipasi untuk memeriahkan kegiatan ini,” ungkap Fathul Wahap.
Tak hanya arak-arakan ancak, warga juga tampil dengan berbagai kostum dan iringan sound system yang menambah semarak suasana sepanjang perjalanan keliling desa. Antusiasme masyarakat yang memadati jalur arak-arakan menjadi bukti bahwa sedekah bumi masih menjadi tradisi yang hidup dan dicintai warga.
Perayaan sedekah bumi Desa Mindahan akhirnya tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, melainkan juga momentum mempererat persaudaraan, merawat warisan leluhur, dan menjaga semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman.
G7/Obg










