Global7.id Jepara – Predikat Jepara sebagai kota yang religius dan guyub ternyata masih menyisakan kisah pilu. Seorang warga harus bertahan hidup puluhan tahun di rumah yang terancam roboh kapan saja.
Sukarmat,warga Desa Srobyong RT 02 RW 01 Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Bersama istri dan ketiga anaknya, ia menempati rumah tidak layak huni yang berdiri di bibir jurang dan tepat di bawah pohon beringin raksasa.
Pantauan Tim Global7 Senin (13/10/2026), lokasi rumah tersebut sangat berbahaya. Akar pohon beringin menjuntai di atas atap, sementara di samping rumah langsung jurang dalam yang rawan longsor saat musim hujan.
Tak Bisa Tidur Nyenyak, Sering Didatangi Ular
Saat ditemui, Sukarmat tengah bekerja sebagai pekerja serabutan di Pasar Bangsri. Istrinya yang mewakili bercerita kepada awak media.
“Sudah puluhan tahun kami di sini Pak, sampai punya tiga anak. Kalau malam tidak pernah tidur nyenyak, apalagi musim hujan. Takut ketimpa ranting beringin, takut rumah keseret banjir dan longsor,” ungkap istrinya.
“Ini tetap kami jalani karena mau pindah dan bikin rumah di tempat lain tidak ada biaya. Tanah yang kami tempati ini dulu bekas studio foto peninggalan orang tua, statusnya tanah lampiran desa,” jelasnya.
Belum Pernah Dapat PKH dan RTLH
Yang lebih miris, keluarga Sukarmat mengaku selama puluhan tahun tinggal di lokasi berbahaya tersebut belum pernah tersentuh program bantuan pemerintah.
“Belum pernah dapat PKH, bantuan pangan, apalagi bantuan rumah layak huni (RTLH). Padahal kami sangat berharap,” keluhnya.
Melalui Tim Global7, Sukarmat menitipkan harapan kepada pemerintah Kabupaten Jepara.
“Lewat media ini saya mohon kepada Bapak Bupati Jepara dan Ketua DPRD Jepara agar bisa membantu kami memiliki rumah yang layak dan aman untuk anak-anak,” pungkasnya.
—
GLOBAL7/Sunoto
Editor : SGX










