Vico Rahman: Inilah Modus Penipuan VCS Online dan Cara Mengatasinya

Foto, Vico Rahman dari media online Globa7 yang juga Jasa Press Release Media Online Nasional Indonesia

Global7.id – Edukasi Sosial, 

Memasuki dunia digital yang semakin canggih, muncul bentuk-bentuk aktivitas sosial yang memanfaatkan media online. Salah satu yang belakang populer adalah VCS atau Video Call Sex. 

 


Di berbagai platform messenger maupun media sosial, terdeteksi cukup banyak yang menawarkan jasa semacam ini. Bentuk penawarannya berupa video call dengan pemberi jasa menjanjikan akan memuaskan hasrat pengguna jasa dalam bentuk menampilkan kegiatan seksual yang bisa dilihat lewat video secara langsun


Meski dalam tinjauan hukum yang berlaku pengguna jasa ini tidak bisa terkena pidana, aktivitas semacam ini tergolong ilegal. Bahkan, terlarang dalam agama tertentu serta standar moral jika dilakukan antara dua pihak yang tidak semestinya.

 



Praktik Penipuan dalam VCS
Faktanya, selain tindakan yang salah, penggunaan jasa VCS juga menimbulkan resiko. Beberapa tahun ke belakang, muncul berbagai kasus penipuan serta pemerasan yang dilakukan oleh penyedia jasa VCS.

 


Dalam pengamatan ini Wartawan Online Jepara Vico Rahman memberikan informasi tentang modus penipuan yang kini marak yang disertai dengan pemerasan. Sebelum sampai pada praktik pemerasan, terdapat kronologi yang dilakukan untuk menekan mental pengguna jasa yang menjadi korban.

 


“Kronologi umumnya, pengguna jasa yang sudah deal dengan penyedia jasa terhubung dalam video call. Saat video call berlangsung, penyedia jasa hanya menampilkan wajah dan rekaman video tidak live dalam durasi yang sebentar. Selanjutnya, video call ditutup,” Ujar Vico Rahman ex Mr Bean Indonesia.

 

Bacaan Lainnya


Setelah video call ditutup, Vico menambahkan, mulailah praktik pemerasan itu dilakukan oleh pelaku. Pelaku umumnya mengirimkan pesan lewat WhatsApp berupa ancaman akan menyebarkan screenshot VCS korban ke orang-orang yang dikenalnya.

 


“Pelaku biasanya cari tahu data pribadi kita di Google atau media sosial. Mereka cari tahu tempat kerja, tempat kuliah, atau kenalan kita. Data-data jadi bahan untuk mengancam. Mereka mengancam korban akan mem-viralkan screenshot VCS ke lingkungan terdekatnya,” jelas pemilik akun Instagram @vicobeans1.

 


Saat korban merasa tertekan dan terintimidasi, pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada korban dengan penawaran ancamannya tidak akan dilanjutkan.

 



Namun, yang saat ini terjadi, jangan  menuruti permintaan dari pelaku karena yang sering terjadi pelaku akan berbohong dan meminta uang lagi.

 


“Tetap tenang dulu. Jangan dituruti. Jangan percaya omongan penipu. Yang ada, mereka bakal meminta Anda terus menerus,” terang Vico Wartawan Online dari PWO Jepara.

 


Hal yang Harus Dilakukan Ketika Terjebak Penipuan VCS Online

Kalau menuruti arahan penipu bukanlah solusi, lantas apa yang sebaiknya dilakukan? Terkait hal ini, inilah solusi alternatifnya.

 



Tetap jangan menuruti kemauannya dan Anda harus memutus hubungan dari akses informasi dengan pelaku serapat-rapatnya.

 


“Pertama, blokir saja nomor WA-nya. Kedua, ganti nomor dulu sementara. Soalnya bisa juga dia mengancam lewat panggilan biasa. Ketiga, hapus dulu akun media sosial. Keempat, jangan dulu aktif di medsos dalam jangka waktu tertentu,” jelas Vico Rahman dari media online Globa7.id.


 

Hanya saja, dengan mengikuti terus menerus kemauan pemeras juga tidak menjamin nantinya isi VCS tidak akan tersebar. “Pada titik tertentu ketika korban tidak bisa transfer memenuhi keinginan pemeras, kan bisa juga tetap disebar. Kalau begini, ruginya kan double?” Terang Vico.

 



Sebaiknya korban tetap tenang. Bagaimanapun, sangat mungkin juga pemeras yang kontaknya sudah diputus tidak mempraktekkan apa yang menjadi isi ancamannya. “Faktanya, kalau tidak dapat uang, penyebaran isi VCS tidak ada manfaatnya bagi pelaku,” tambah Vico putra Jepara.


 

Namun hal yang pasti, agar korban untuk bertobat dan berjanji kepada diri sendiri untuk tidak mencoba-coba hal semacam ini lagi. Walaupun ternyata ada orang di lingkungan terdekat yang mendapatkan info ini dari pemeras, bersikaplah terbuka dan meminta maaf dengan jujur.***

 

Sumber: Detektif Jubun.

“Artikel ini melansir dari penulisan detektif Jubun”


Tag

Pos terkait