Tudingan Ketua RT dan RW di Bangsri Jepara, Sunaryo: Itu Tidak Benar, Klo Selalu Menjelekkan Desa Bangsri Saya Bisa Cabut SKnya 

Foto, petinggi Desa Bangsri, Sunaryo, sumber: RK.

Global7.id – Jepara,

Mengutip dari portal media online Liputan7.id yang memberitakan, salah satu warga di desa Bangsri Jepara bongkar kebohongan Petinggi, terkait bantuan uang tunai dari PMI Jepara sejumlah Rp.30.000.000 kepada Kusriyanik warga RT07/RW17 Desa/Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Minggu (2/2/2025).


 

Kusriyanik saat berobat dan operasi menggunakan fasilitas JKN, sebelumnya mempunyai riwayat pengobatan Kandungan dari Puskesmas Bangsri kemudian dirujuk ke RSUD Kartini Jepara hingga ke RSUP Dr Kariadi Semarang dengan dokter spesialis yang menangani pasien dr Eka Putra, SP, OG.


 

 

Adanya bantuan uang tunai 30 juta dari PMI Jepara kepada warga tersebut sempat disampaikan oleh Petinggi Bangsri saat dilaksanakan rapat Musyawarah yang digelar BPD Desa Bangsri pada Jum’at 24/1/2025 malam yang lalu.


 

Salah satu Ketua RT.07/RW.17 desa setempat saat hadir di Forum Musyawarah mengatakan, bahwa Petinggi Bangsri Bohong terkait bantuan uang tunai dari PMI Jepara.


 

“Saya malu kalau desa bangsri tidak mencapai target 28 juta, sebab biaya operasi kandungan Kusriyanik sebesar 30 juta dibiayai oleh PMI Jepara,” kata Ketua RT07 menirukan penjelasan Petinggi Bangsri.


 

 

Kusriyanik lanjutnya tidak perlu bayar biaya operasi kandungan, sebab dia menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu atau fakir miskin.


 

Bacaan Lainnya

“Kebohongan Petinggi Bangsri jelas sengaja menggoreng masalah sukarela sumbangan dana PMI yang pernah di ungkap media. Bahwa PMI bantu dana tali asih Kusriyanik sebesar 1 juta, bukan 30 juta,” tambahnya.


 

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara menyalurkan bantuan uang tunai kepada Kusriyanik warga Desa Bangsri pasca operasi kandungan.

 

 

 

“PMI Jepara salurkan bantuan kemanusian uang tunai Rp 1.000.000 diterima Kakaknya Kusniatun, didampingi Ali Khomsin Modin pemdes Bangsri dan Mila dari pihak Kecamatan Bangsri,” pungkasnya.


 

Terpisah, menanggapi hal itu, Sunaryo petinggi Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Jepara menjelaskan, “Harusnya pemberitaan itu yang berimbang dan mengkonfirmasi ke kepala Desa, ” Ujarnya, Minggu (2/2/2025) siang melalui pesan singkat.

 


Ia menambahkan, “Jadi saat di forum itu saya tidak menjelaskan diterima uang tunai, dalam operasi Bu Kusriyanik itu ada peran dari palang merah Indonesia Jepara. Kebetulan Bu Maila itu yang mengkondisikan PMI tingkat Kecamatan. Klo biaya operasi diuangkan ya bisa sampai 30 juta dan tidak mungkin saya ngomong PMI Jepara kasih 30 juta itu, ” imbuhnya.

 


Ia melanjutkan, “Karena orang-orang ini memang dari dulu selalu mencari kejelekan Desa Bangsri. Kemarin saya punya data karena sudah menyebut secara personal saya secara pribadi tentang pencemaran nama baik, ” jelasnya.

 


Menurut Sunaryo, “Penjelasan adalah ada peran palang merah di operasi itu, karena Bu Maila yang ngurus palang merah di kecamatan. Meskipun itu entah dari Kis entah dari manapun itu. Jadi tidak benar klo saya ngomong seperti itu, saksinya semua RT dan RW ada, ” tegasnya.

 


Ia menambahkan kembali, “Begitu bu Maila mendengar warga kami yang perutnya besar bertahun-tahun ya memang yang selalu datang dan konfirmasi ya Bu Maila, ” ucapnya dalam pesan singkat melalui WhatsApp.


 

“Soal berita kemarin, Petinggi Bangsri mengintimidasi RT RW”, saya sering sampaikan di forum bahwa RT dan RW adalah bagian dari pemerintahan Desa. Klo ketua RT dan RW selalu mengekspos kejelekan Desa ya sudah, saya bisa cabut SK nya, tapi klo ada kepentingan lain ya silahkan, ” Pungkasnya.***


 

Sumber: L7/Sny.

Pos terkait