Global7.id – Jepara,
Diduga, penipuan online mengatasnamakan Pengobatan Ida Dayak muncul lagi di media sosial Facebook di wilayah kabupaten Jepara. Kali ini menyebutkan akan diselenggarakan di gedung kesenian Jepara pada tanggal 06 Februari 2025.
Saat dikonfirmasi awak media, nomor telepon yang tertera di poster tersebut tidak berani menerima telepon. Namun, hanya menjawab singkat dari pesan singkat di WhatsApp.
“Hallo, selamat pagi, ”
Nomor WhatsApp tersebut menjawab, “Admin ibu ida dayak. Ada yg bisa kami bantu, ”
Poster ini Benarkah?
Kemudian awak media menghubungi nomor telepon tersebut melalui aplikasi WhatsApp, namun nomor tersebut tidak menjawab,
“Tolong angkat…
Nomor telepon tersebut menjawab, “Ya
Awak media membalas, “Knpa gak mau angkat?, Minggu (2/2/2025).
Hal ini menunjukkan dugaan kuat penipuan mengatasnamakan Pengobatan Ida Dayak. Pasalnya, salah satu nomor WhatsApp yang tertera di poster tersebut memblokir nomor Wa awak media Global7.id Jepara.
“Waspadalah terhadap berbagai macam jenis penipuan di media sosial, ” pesan singkat awak media Global7.id Jepara.
Informasi sebelumnya, Pengobatan Ida Dayak akan hadir di Jepara. Pengobatan akan dilakukan di Gedung Serbaguna Setda Jepara pada 21 dan 22 Oktober 2024. Postingan itu beredar di berbagai platform media sosial.
Terhadap postingan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko meminta masyarakat untuk berhati-hati. Dia memastikan, tidak ada pihak mana pun yang akan menggunakan Gedung Shima atau yang dikenal dengan Gedung Serbaguna pada tanggal dimaksud. Apalagi sampai spesifik menyebut digunakan untuk aktivitas pengobatan.
“Hati-hati penipuan. Karena dalam poster digital yang beredar, calon pasien harus melakukan transfer biaya pendaftaran terlebih dahulu hingga Rp350 ribu. Padahal tidak ada satu pun pihak yang akan menggunakan Gedung Shima untuk acara tersebut,” kata Edy Sujatmiko pada Minggu (29/9/2024).
Karena itu dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati. Apalagi sudah dia pastikan tidak ada kegiatan tersebut di Gedung Shima pada tanggal sesuai yang dipublikasikan. Pasalnya, belakangan ini sering terjadi penipuan dengan modus seperti itu.
Tidak adanya pihak yang mengajukan pemakaian Gedung Shima untuk kegiatan itu juga dipastikan Kepala Bagian Umum Setda Jepara Anjar Jambore Widodo.
“Sampai saat ini belum ada surat masuk baik lewat Srikandi ataupun aplikasi Apikra. Tidak ada yang koordinasi dengan kami di Bagian Umum,” tandas Anjar.
Bahkan, dia sampai membuat laporan khusus ke Pj. Bupati Edy Supriyanta. “Pak Pj. Bupati pun berpesan agar tidak ada yang tertipu karena sudah beberapa kali ada kejadian penipuan dengan modus itu di luar Jepara,” katanya.
Sumber: G7.










