Global7.id – Jepara,
Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Seorang bocah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dilaporkan meninggal dunia setelah terpeleset dan tenggelam saat memancing di Sungai Batukali. Kejadian yang terjadi pada Senin, 9 Maret 2026, ini baru diketahui warga beberapa jam kemudian setelah teman korban pulang ke rumah saat waktu Magrib.
Korban diketahui bernama M. Abrisam Afham, siswa MI Hidayatul Husna yang berasal dari Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan. Insiden tersebut terjadi di kawasan Sungai Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, yang dikenal memiliki banyak batu di tepian sungainya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika korban bersama dua temannya pergi memancing pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB. Ketiganya berangkat menggunakan sepeda menuju lokasi sungai untuk menghabiskan waktu memancing.
Setibanya di lokasi, mereka memancing di area tepian sungai yang dipenuhi bebatuan besar. Namun kondisi batu kali di tempat tersebut cukup licin karena terus terkena aliran air sungai.
Saat sedang memancing itulah korban diduga terpeleset dari atas batu dan jatuh ke dalam aliran sungai. Arus air yang cukup kuat membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri.
Situasi semakin sulit karena tidak ada orang dewasa di sekitar lokasi yang dapat segera memberikan pertolongan. Dua teman korban yang melihat kejadian tersebut dilaporkan panik.
Diduga karena ketakutan dan trauma, kedua bocah itu tidak langsung meminta bantuan kepada warga sekitar. Mereka bahkan memilih pulang ke rumah masing-masing tanpa menceritakan kejadian tersebut.
Kejadian tragis itu baru terungkap ketika waktu menjelang Magrib pada Senin sore. Kedua teman korban akhirnya memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua mereka.
Baca Juga:Innalillahi.. Penemuan Mayat Pria Bertato Segitiga di Laut Jepara Bikin Geger Nelayan
Mendengar kabar itu, keluarga korban bersama warga sekitar langsung panik dan segera mencari korban di lokasi sungai. Informasi tersebut juga langsung dilaporkan kepada aparat setempat.
Pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut. Aparat dari Polsek Kalinyamatan bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Batukali.
Proses penyisiran dilakukan di beberapa titik sungai yang diduga menjadi lokasi korban terpeleset. Pencarian berlangsung hingga malam hari dengan melibatkan warga sekitar.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Namun saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Tim kemudian mengevakuasi jasad korban dari sungai dan membawanya ke rumah duka.
Jenazah korban saat ini disemayamkan di rumah keluarganya di Desa Krasak RT 01/RW 04, Kecamatan Pecangaan. Suasana duka menyelimuti rumah korban karena banyak warga yang datang untuk melayat.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di pemakaman desa setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak saat bermain di area sungai. Kondisi batu yang licin serta arus air dapat menjadi sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak.
Tragedi yang menimpa bocah MI di Jepara ini pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sekolah, serta warga sekitar.
G7/UCP










