Tiga Dukungan Penegakan Hukum Kasus Penembakan Guru Ngaji di Mayong Jepara Makin Meluas

Foto, ilustrasi dukungan dan pengawalan untuk kasus penembakan di Mayong, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Kasus penembakan seorang guru ngaji di Mayong, Jepara, terus menuai perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan terhadap penegakan hukum yang adil semakin kuat, dengan keterlibatan berbagai organisasi, tokoh masyarakat, dan lembaga hukum untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.


 

GRIB Jaya Jepara: Garda Terdepan dalam Mengawal Kasus

Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jepara menempatkan diri di garis depan dalam mengawal kasus ini. Organisasi tersebut telah menyediakan pengacara untuk mendampingi korban dan memberikan perhatian khusus kepada saksi-saksi yang terlibat. Langkah konkret GRIB meliputi pemasangan CCTV dan pengamanan 24 jam di kediaman korban dan saksi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


 

Ketua GRIB Jaya Jepara menyatakan, “Langkah ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan keamanan dan keadilan bagi korban. Pelaku yang memiliki latar belakang sebagai anak dari tokoh kharismatik di Jepara dengan reputasi arogan tidak boleh kebal hukum.” ujarnya, Minggu (1/12/2024).


 

LBH UNISNU Jepara: Sikap Tegas terhadap Premanisme

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IUNISNU Jepara yang dipimpin oleh Dr. Wahidullah juga menyatakan kecaman keras terhadap tindakan arogansi dan premanisme yang ditunjukkan oleh pelaku. LBH INISNU siap bergabung dengan tim advokasi yang sudah terbentuk untuk memastikan pelaku mendapat hukuman yang setimpal.


 

“Kami tidak bisa mentolerir aksi premanisme seperti ini, terutama ketika dilakukan terhadap seorang guru ngaji yang memiliki peran besar dalam pendidikan moral masyarakat. Kami akan mendukung penuh proses hukum,” ujar Dr. Wahidullah.


 

RMI NU Jepara: Kepedulian dan Dukungan Moral

Ketua PC Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jepara, Saifur Rijal Aqib atau yang akrab disapa Gus Rijal, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Dalam kunjungannya kepada korban, Ustadz Eko, Gus Rijal memberikan motivasi agar tetap tegar menjalankan tugas mulia sebagai pendidik di Madrasah Diniyah Tansyitul Wildan.

Bacaan Lainnya

 

“Kami hadir untuk menunjukkan kepedulian dan dukungan kepada Ustadz Eko. Ini adalah musibah yang harus kita sikapi dengan sabar dan tawakal,” kata Gus Rijal.


 

Senada dengan Gus Rijal, Muhammad Alfan dari PC RMI NU Jepara menyatakan bahwa organisasinya siap memberikan pendampingan hukum jika diperlukan.


“Kami siap membantu memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan dan keadilan ditegakkan,” tegasnya.


 

Desakan untuk Penegakan Hukum yang Adil

Dukungan luas dari berbagai pihak menunjukkan solidaritas yang kuat terhadap korban sekaligus menjadi desakan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan profesional. Masyarakat menantikan langkah konkret dari pihak berwenang untuk menuntaskan kasus ini tanpa adanya intervensi atau hambatan.


 

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya keberanian masyarakat dalam melawan aksi premanisme dan menegakkan supremasi hukum. Dengan sinergi antara masyarakat, organisasi, dan lembaga hukum, keadilan diharapkan dapat segera terwujud.***

 

Sumber: G7.

Wartawan: AR.

Pos terkait