Global7.id – Jepara,
Tercemar Limbah Pewarna Sintetis, Warga Troso Jepara Berharap Perhatian dari Pemerintah
Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara terkenal menjadi daerah home industri tenun Troso yang begitu menjamur. Namun, ada sungai yang diduga tercemar limbah pewarna sintetis sehingga air menjadi biru kehitam-hitaman.
Warga Desa Troso yang tak berkenan disebutkan namanya, mengeluhkan bahwa sebenarnya fenomena itu sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Namun tidak mendapati perhatian yang serius dari pemerintah Desa maupun daerah.
“Bahkan ada beberapa warga yang menutup sumurnya karena airnya ikut tercemar, terutama di Troso bagian bawah,” katanya.
Kepala Desa Troso, Abdul Basir menanggapi bahwa pihaknya tidak mengetahui apabila terdapat sumur warga yang ditutup karena cemaran limbah pewarna kain.
“Kalau sungai memang iya, tapi kalau musim hujan debit airnya besar tidak begitu bermasalah,” timpalnya.
Pihaknya mengatakan jumlah penduduk di Desa Troso sekitar 7.000 kartu keluarga atau sekitar 21 ribu jiwa.
“Banyak yang memiliki usaha rumahan (asli tenun bukan mesin, Red) tapi juga dinamis. Itu pun tidak semua warga,” ujarnya.
“Terkait pembuangan limbah selama ini masih anjuran bagi warga yang memiliki aktivitas tersebut supaya membuat blumbangan (tempat penampung limbah cair). Tapi ada juga yang sudah memiliki resapan,” jelasnya.
Kendati demikian, berdasarkan tinjauan wartawan di lapangan didapati air sungai berwarna biru kehitaman-hitaman.
Tak hanya itu, salah satu industri rumahan tampak memiliki pipa buangan limbah cair yang langsung ke sungai.
Pada Sabtu (12/10) terlihat saluran tersebut mengeluarkan cairan berwarna ungu. Serta langsung tertampung di sungai. Jadi, air sungai tak dapat berwarna jernih. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aris Setiawan menyampaikan bahwa usaha sekecil apapun secara regulasi harus memiliki izin.***
Sumber: Radar Kudus.










