Tambang Pancur Jepara Kian Mengancam: Lahan Rusak, Air Tercemar, Bukti Google Maps Bikin Was-Was

Foto, Tambang Pancur Jepara Kian Mengancam: Lahan Rusak, Air Tercemar, Bukti Google Maps Bikin Was-Was

Global7.id – Jepara | Jum’at 26 Desember 2025

Dampak aktivitas tambang batu di RT 30 RW 6 Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, semakin memprihatinkan. Saat hujan turun, aliran air bercampur lumpur, tanah, dan bongkahan batu mengalir deras ke lahan warga. Material tersebut mengendap, menutup bibit tanaman, merusak pertanian, serta mengganggu sumber penghidupan masyarakat.

 

Kondisi ini tak hanya merugikan sektor pertanian. Aliran material tambang juga mencemari belik, sumber mata air yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang dulunya jernih kini berubah keruh, berlumpur, bahkan dinilai tidak layak lagi dikonsumsi.

 

Viral di Instagram, Bukti Visual Google Maps Perlihatkan Risiko Serius

Situasi ini semakin mendapat perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @jawapostv_jateng, Jum’at (26/12/25). Dalam unggahan tersebut, tampak jelas peta Google Maps yang memperlihatkan area tambang dengan kondisi mengkhawatirkan.

 

Terlihat kontur tanah terbuka, galian yang melebar, serta jalur aliran air yang mengarah langsung ke lahan warga dan sumber air.

 

Citra satelit tersebut memperkuat keresahan masyarakat: tambang berada dekat dengan pemukiman dan titik aliran air yang rawan membawa material tambang ketika hujan deras. Risiko banjir lumpur, longsor, hingga kerusakan lingkungan lebih parah dinilai tinggal menunggu waktu jika tidak segera ditangani.

 

Warga Merasa Dirugikan

Warga mengaku kondisi ini telah menimbulkan kerugian ekonomi, gangguan aktivitas, hingga ancaman kesehatan.

 

Bacaan Lainnya

“Ini bukan cuma keluhan lagi. Tanaman kami rusak, air keruh, lingkungan hancur. Jangan tunggu seperti kasus di Aceh dan Sumatera baru ada tindakan,” keluh salah seorang warga.

 

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat:

Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan ini?

 

Apakah pihak pengelola tambang, pemerintah desa, dinas terkait, atau aparat pengawas lingkungan?

Warga berharap pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan aparat penegak hukum segera turun tangan, meninjau ulang izin operasi, memperketat pengawasan, serta bertindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

 

Desakan Agar Pemerintah Tidak Tutup Mata

Dengan bukti visual yang kini tersebar luas, masyarakat menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar keresahan tanpa dasar. Kerusakan nyata, ancaman ada, dan dampaknya sudah dirasakan langsung.

 

Mereka meminta agar persoalan lingkungan tidak dikorbankan demi kepentingan ekonomi segelintir pihak. Pemerintah diminta bertindak cepat sebelum Desa Pancur mengalami bencana ekologis yang lebih besar.

 

G7/Jwp TV

Pos terkait