Tak Naik Bus Rombongan, Calon Jemaah Haji asal Plajan Jepara Pilih Naik Ojek 

Foto, Marsahid dibonceng Kaswadi dari rumah pukul 23.00 WIB, Senin (12/5/2025).

Global7.id – Jepara,

Berbeda dengan calon jemaah haji lainnya, calon jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Jepara, Marsahid, warga RT02/RW07, Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, pilih naik ojek.


Hal ini sebagai bentuknya melaksanakan nadzar dari Marsahid yang diantar dengan naik ojek, meskipun kebanyakan calon haji berangkat dengan dianter naik mobil.

Ia berangkat haji bersama istrinya, Sri Hartati namun, ia naik ojek dengan pengemudi Kaswadi, pakai motor Honda Supra nomor polisi K 6247 YC.


Marsahid dibonceng Kaswadi dari rumah pukul 23.00 WIB, Senin (12/5/2025) M, atau 14 Dzulqaidah 1446 H setelah diadakan acara pelepasan dan pamitan kepada tetangga serta saudara.

Marsahid naik ojek mengambil rute mulai dari rumahnya di Dukuh Gua lanjut ke Dukuh Pule, Dampak, Kenanom, Kerok, Dosol, Gunung Tugel lewat Desa Lebak terus menuju ke kantor Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara untuk pelepasan dan pemeriksaan, karena Marsahid beserta istri ikut KBIHU Muhammadiyah Jepara.


Setelah itu, dia diantar ojek menuju Pendopo Kabupaten Jepara untuk dilepas di Pendopo Kabupaten Jepara menuju asrama haji Donohudan Boyolali.


Dengan diantar ojek Marsahid diikuti oleh rombongan istrinya dan keluarga dengan mobil di belakang mengikuti alur yang dilalui Marsahid dengan ojek.

Ketika ditanya mengenai nadzarnya berangkat naik ojek Marsahid saat berangkat menuju Pendopo mengatakan, “Saya perhatikan setiap orang berangkat haji selalu diantar dengan rombongan mobil. Lha kebetulan saya waktu baru kerja atau mengajar saya sering kumpul dengan teman – tenan ojek di pangkalan ojek Pasar Suwaluh Plajan saat itu alangkah indahnya kita berbagi rejeki dengan teman ojek, ” ujarnya.


Ia menambahkan, “Saat itu saya kuatkan tekad nadzar bila saya terpanggil untuk ibadah haji saya ingin berangkat dilepas keluarga dengan naik ojek, dan malam ini nadzar ini saya laksanakan,” imbuhnya.


Perwakilan keluarga Marsahid, H. Sudarto mengatakan pihak keluarga mendukung nadzar dari Marsahid selama nadzar ini baik tidak bertentangan dengan adat dan agama.

“Nazar ini harus dilaksanakan karena keinginan terwujud, kami dari pihak keluarga mendukung, ” kata H. Sudarto.***
Sumber: TS.

Pos terkait