Global7.id – Edukasi Kesehatan,
Pertumbuhan anak balita (bayi dibawah umur lima tahun) patut diperhatikan oleh orang tuanya, seperti halnya Arshyla Quinnsha Qiana Qalesya putri Vico Rahman dan Elisa Fitriana Prihandari asal kelurahan Bapangan, Jepara yang masih berumur 2 tahun empat bulan. Kali ini Vico Rahman menceritakan tentang perilaku anak yang dikategorikan sebagai anak hiperaktif.
Vico sebagai ayahnya mengatakan, “Duh klo buang air besar sehari 3x kali, apalagi klo makannya banyak, ya meskipun makan cuma nasi nugget, SOP bakso, udang goreng, ayam goreng kentaki tapi tidak lupa minum susu dan makan buah-buahan kuat sekali, ya Alhamdulillah, ” ujar Vico Rahman seorang pemimpin redaksi media online Global7.
Ia menambahkan, “Alhamdulillah tingkahnya itu loh, luar biasa akting, loncat sana loncat sini dan suka haus dan minum air putih, ya wajib itu biar sehat selalu, ” imbuhnya.

Adapun, menurut dokter anak Silvy Anitasari, bahwa makanan yang dilarang dikonsumsi anak harus diketahui oleh orang tua anak, mulai dari makanan cokelat dan minuman teh. Untuk cokelat sendiri akan membuat anak makin hiperaktif.
Perlu diketahui juga bahwa masing-masing jenis cokelat mengandung kadar bahan yang berbeda-beda. Dilansir dari The Children’s Nutrition, cokelat yang semakin gelap dan murni mengandung lebih sedikit gula.
Berikut kadar kandungan gula pada beberapa jenis cokelat berukuran 10 gram.
1. Dark chocolate (70%) mengandung 2,1 g gula.
2. Dark chocolate (40%) mengandung 4 g gula.
3. Milk chocolate (cokelat susu) mengandung 5 g gula.
Sementara itu, kandungan kafein pada cokelat yang gelap akan lebih gelap karena memiliki kadar kakao yang lebih tinggi. Kandungan kafein pada tiap jenis cokelat, yaitu sebagai berikut.
1. Cokelat putih tidak mengandung kafein.
2. Cokelat susu mengandung 9 mg kafein per 44 g.
3. Dark chocolate mengandung 12 mg kafein per 28 g.
Selain efek buruk anak terlalu sering makan cokelat, pelu diperhatikan juga cara yang aman untuk mengonsumsinya jika Anda ingin mengenalkan cokelat pada anak Anda.
Pasalnya, tekstur cokelat umumnya cukup keras, sehingga sulit ditelan dan berisiko menyebabkan anak tersedak.
Cara yang paling aman untuk memberikan anak cokelat yaitu dalam bentuk susu cokelat.
Selain karena berbentuk cair dan berisiko lebih kecil menyebabkan tersedak, susu cokelat juga diketahui mengandung lebih sedikit kafein.
Efek yang muncul saat anak sering makan cokelat yang bisa terjadi. Berikut di antaranya.
1. Sembelit
2. Anak susah tidur
3. Malnutrisi
4. Gigi berlubang
Namun, cokelat juga baik dikonsumsi untuk kesehatan anak, meski bisa memicu berbagai masalah kesehatan jika terlalu sering, makan cokelat tak selalu membawa efek buruk untuk anak.
Cokelat dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga membuatnya dapat berfungsi lebih baik. Kandungan flavonoid pada coklat yang dibuktikan pada jurnal The FASEB Journal membuktikan bahwa cokelat dapat meningkatkan memori dan fungsi kognitif.
Namun demikian, manfaat tersebut perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikannya pada anak-anak, meski cokelat memiliki manfaat saat dikonsumsi, jangan biarkan anak makan coklat kebanyakan.
Selanjutnya, dikamarnya yang lumayan luas dengan ukuran 5×7 meter dan bisa untuk bermain Arshyla dengan mobil-mobilan remot yang bisa dinaikinya, kadang Arshyla bisa leluasa untuk bermain layaknya seorang anak lelaki. Hal itu pun diperhatikan ibunya dengan mengajak untuk main masak-memasak.
“Ya tuh, Elisa (istriku) jadi bertanya-tanya, siapakah Sisi itu, kadang panggil-panggil dibawah mobil-mobilannya. Trus diajak masak, (Sisi yuk masak), “Kata Vico menirukan suara putri tercintanya.
Selain itu, hal perkembangan anak semakin cepat, mulai dari belajar bicara dengan mudah dan kerap menirukan gerakan siapa saja.
“Tapi, Arshyla punya rasa takut dengan saya, (ayahnya). Tapi ya tetep saya bilang nakal, walaupun suka mukul dan mukul siapa saja, ya wajar sih namanya juga anak-anak, ” tuturnya.
Pernah, ayahnya Arshyla mencoba nonton film kartun Masha and The Bear. Namun, tidak lagi dipertontonkan film itu lagi. Menurutnya, karakter Masya hiperaktif dan bisa dikatakan nakal.
“Ya, saya tidak lagi pertontonkan film Masha and Bear, ” pungkasnya.***
Sumber: VR.










