Global7.id – Edukasi Sosial,
Konflik mertua dan menantu kerap ditemukan di dalam pernikahan. Alih-alih hubungan harmonis dan manis, tidak sedikit pernikahan yang dibumbui oleh konflik antara mertua dan menantu perempuan.
Konflik antara menantu dan mertua bisa dipicu berbagai hal. Mulai dari perbedaan cara dibesarkan dan zaman yang berbeda, membuat mertua dan menantu sering berselisih.
Tak hanya itu, perselisihan antara mertua dan menantu perempuan bisa terjadi lantaran sikap ibu mertua yang keterlaluan. Misalnya saja sering menjelek-jelekkan menantu perempuannya di hadapan orang lain atau bahkan mencari-cari kesalahan menantu perempuannya. Lantas, bagaimana sikap kita sebagai menantu perempuan jika mertua berlaku demikian?
Terkait hal ini, Mamah Dedeh angkat bicara. Jika kita sebagai menantu perempuan mengalami hal demikian hal yang bisa dilakukan adalah dengan berbicara kepada suami terkait sikap sang ibu. Sebab, jika kita langsung mengungkapkan kepada ibu mertua, bukan tidak mungkin, ibu mertua semakin menjadi-jadi.
“Ngomongnya sama suami kita. Bang ‘emak ngomongnya begini begitu sama tetangga. Tolong dong omongin sama dia’. Kalau kita sebagai menantu ngomong langsung sama mertua, saya jamin Anda dipites,” ungkap Mamah Dedeh dalam acara siraman rohani yang dipandu Irfan Hakim, dikutip dari potongan video yang diunggah di akun TikTok, Kamis (6/1/2024).
Sebagai menantu dan istri kata Mamah Dedeh, kita juga harus bisa berbicara dengan suami menggunakan kalimat yang tidak menyinggung perasannya.
“Jadi caranya kita ngomong sama suami kita. ‘Tadi mama ngomong gini nih sama tetangga begini begini. Tolong dong bilangin, kan enggak enak sama tetangga’,” ujarnya.
Mamah Dedeh juga mengatakan, kita sebagai menantu perempuan tidak perlu khawatir dengan sikap ibu mertua yang sering mencari kesalahan dan sering menjelek-jelekkan. Sebab, kebenaran akan selalu terungkap.
Di sisi lain, kata Mamah Dedeh kita juga wajib berdoa kepada Allah agar bisa melembutkan hati ibu mertua kita, karena Allah SWT mampu membolak-balikkan hati manusia.
“Ibu Marpuah jangan khawatir. Yang benar pasti keliatan. Kita mohon berdoa ya Allah mudah-mudahan hati mertua saya dibuka oleh-Mu ya Allah. Dibalikkan hatinya menjadi orang benar, karena ibu kita, mertua kita diciptakan oleh Allah. Hatinya pun diciptakan oleh Allah. Ya Muqallibal Quluub, Allah bisa membolak-balikan hati,” jelasnya.
Terpisah, jika tak cukup dengan saran dari Mamah Dedeh dari informasi diatas, masih ada cara lainnya untuk mengatasinya.
1. Jangan biarkan mertua ‘membagi dan memerintah
Banyak mertua mencoba untuk melawan menantu dengan menggunakan kebijakan membagi dan memerintah atau “Divide and Rule”.
Untuk menghindari keadaan seperti itu, Anda dan pasangan harus selalu bersatu. Pastikan Anda tidak meninggalkan celah untuk miskomunikasi dengan suami/istri. Jaga aturan di antara Anda berdua bahwa Anda harus membicarakan apa pun yang mengganggu Anda, tidak peduli seberapa kecil atau tidak penting.
2. Monitor Reaksi
Reaksi Anda lebih lanjut dapat memicu pertengkaran dengan mertua. Alih-alih memberi mereka bahan bakar dan membiarkan mereka menyalahkan Anda, tetap sabar atau mantra apa pun agar Anda tetap tenang.
3. Tetapkan Batasan
Di banyak rumah tangga, terkadang Anda harus benar-benar duduk dan menggambar garis batas dengan mertua. Anda dan pasangan tidak bisa membiarkan orang lain memutuskan jalan hidup Anda dan keluarga.
Duduk bersama, bisa sambil minum teh dan jelaskan kepada mereka bahwa ada keputusan tertentu dalam hidup Anda. Pastikan tidak ada orang ketiga yang dapat mengganggu, meskipun dia mertua Anda.
Cara lain. Anda mengatakan “ya” untuk segalanya, tetapi melakukan apa yang Anda suka. Itu membuat kedamaian di rumah. Anda pun tetap melakukan apa yang Anda inginkan.
4. Tebal Kuping
Hal ini memang sulit dilakukan, tetapi penting untuk melakukannya kadang-kadang. Beberapa orang suka mendapatkan perhatian Anda dan sekitarnya. Jika Anda merasa terluka bahkan menangis gara-gara dengan omongan mertua, hal itu akan membuat mereka merasa baik.
Jadi apa yang Anda lakukan ketika mereka mencoba yang terbaik? Anda tidak membiarkannya memukul Anda! Jangan percaya pada kata-kata mereka karena Anda tahu kebenaran yang sesungguhnya. Memang sulit pada awalnya, tetapi Anda akan perlahan-lahan menguasainya.
5. Independen
Ada beberapa orang tua yang suka mengasuh anaknya, walaupun sudah cukup umur untuk memiliki keluarga sendiri.
Jika itu mengganggu Anda, tunjukkan kepada mereka bahwa Anda mandiri dan cukup dewasa untuk mengambil keputusan. Jika Anda membuat keputusan yang salah, Anda belajar darinya dan bangkit kembali.
Ikuti saran mertua karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman dalam hidup. Namun, ingat bahwa keputusan akhir ada di tangan Anda.
6. Jangan Bergosip
Anda tidak dapat secara fisik menutup mulut mertua sehingga yang dapat dilakukan adalah memberi tahu mereka bahwa Anda sangat menyadari apa yang telah terjadi.
Tanyakan apakah ada kesalahan yang Anda lakukan? Apakah Anda dapat memperbaikinya dalam batas kemampuan Anda?
Katakan kepada mertua bahwa jika mereka memiliki masalah dengan Anda maka mereka harus datang langsung kepada Anda untuk menghindari kesalahpahaman.***
Sumber: VV.BS.










