Semarak BBGRM dan HKG PKK ke-53 Kecamatan Pakis Aji: Tanjung Jadi Saksi Kebangkitan Gotong Royong

Foto, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat kecamatan.

Global7.id – Jepara,

Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, mendadak hidup dengan gelora kebersamaan pada Selasa (27/5/2025). Ribuan pasang mata, senyum penuh semangat, dan derap langkah bersama mewarnai pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat kecamatan.


Sejak pagi buta, aroma semangat sudah terasa. Senam Germas menjadi pembuka, diikuti antusiasme warga dari berbagai kalangan pelajar, ibu-ibu PKK, hingga perangkat desa. Hiburan rakyat pun turut menyemarakkan lapangan desa, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.


Tak sekadar seremonial, kegiatan ini sarat aksi nyata. Dari pemberian bibit lele kepada warga, pelayanan kesehatan untuk ternak, hingga layanan KB dan bazar produk unggulan desa dan semuanya menjadi bukti hidupnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Puncaknya, pada pukul 10.00 WIB, seremoni resmi pencanangan BBGRM digelar. Dalam sambutannya, perwakilan Pemkab Jepara mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai gotong royong di era digital yang serba individualistik.


“Gotong royong adalah identitas bangsa yang harus terus dirawat. Lewat BBGRM ini, kita membangun desa, bukan hanya dari fisik, tapi dari jiwa kebersamaannya,” ujar Wuri Andajani, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Dinsospermasdes Jepara.


Camat Pakis Aji, Eko Sulistyo, juga menyoroti antusiasme warga yang luar biasa. Ia menilai BBGRM bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momentum memperkuat tali sosial dan kepedulian antar warga.


“Kami tidak hanya melihat kegiatan, tapi juga menyaksikan semangat warga yang menyala. Ini energi besar bagi pembangunan desa ke depan,” katanya.


Kebanggaan juga dirasakan oleh Petinggi Desa Tanjung, Hariyanto. Sebagai tuan rumah, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, serta harapan agar semangat gotong royong terus membudaya di tengah masyarakatnya.


“Ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan kolektif yang berkelanjutan. Tanjung siap menjadi contoh desa yang guyub, mandiri, dan maju,” tegasnya.


Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan pentas seni sederhana, namun sarat makna. Semua elemen masyarakat bersatu, tanpa sekat jabatan atau status, memperlihatkan wajah asli Indonesia—penuh semangat kebersamaan.


Pencanangan ini merupakan lanjutan dari kegiatan tingkat kabupaten yang digelar sebelumnya di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, pada 21 Mei 2025 lalu. Kecamatan Pakis Aji pun menegaskan komitmennya: gotong royong bukan warisan masa lalu, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih cerah.***


Sumber: G7/AR.

Pos terkait