Sarasehan LJM Soroti Bahaya Sikap Londo Ireng dalam Pembangunan Jepara

JEPARA, Global7.id – Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), media, serta berbagai elemen lainnya dinilai menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan Kabupaten Jepara.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam sarasehan kebangsaan yang digelar Lembaga Jepara Membangun (LJM) di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (13/8/2026).

 

Mengusung tema “Peran Serta Londo Ireng dalam Pembangunan di Kabupaten Jepara”, kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

 

Tema “londo ireng” menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut. Dalam diskusi, istilah itu dimaknai sebagai sikap atau perilaku yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi maupun kepentingan asing dibandingkan kepentingan masyarakat dan bangsa sendiri.

 

Karena itu, peserta sarasehan didorong untuk membangun kesadaran bersama agar kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam setiap proses pembangunan.

 

Pemerintah dan Masyarakat Harus Bersinergi

 

Bupati Jepara yang diwakili Tenaga Ahli Bupati, Samiaji, menilai sinergitas antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.

 

Menurutnya, ormas, LSM, media, dan masyarakat tidak hanya memiliki peran sebagai mitra pemerintah, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol sosial.

Bacaan Lainnya

 

“Sinergitas antara pemerintah, ormas, LSM, media dan masyarakat sangat penting untuk mendukung program pembangunan Kabupaten Jepara,” ujarnya.

 

Ia berharap kolaborasi berbagai elemen tersebut dapat terus diperkuat sehingga pembangunan Jepara berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan menciptakan daerah yang semakin maju dan “mulus”.

 

Keamanan Menjadi Fondasi Pembangunan

 

Perwakilan Kodim 0719/Jepara, Devi Norma JT., S.T., dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.

 

Menurutnya, koordinasi dan kebersamaan antarunsur masyarakat merupakan modal penting untuk menciptakan situasi yang aman.

 

Kondisi keamanan yang terjaga, lanjutnya, akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program pembangunan secara optimal.

 

Sementara itu, Kapolres Jepara yang diwakili oleh jajarannya memberikan pemahaman terkait makna “londo ireng” yang menjadi tema diskusi.

 

Pembahasan tersebut kemudian berkembang melalui sesi tanya jawab. Peserta menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan pembangunan sekaligus pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga arah pembangunan daerah.

 

LJM Dorong Semangat Membangun Tanpa Pamrih

 

Ketua LJM, Yuli, mengajak seluruh peserta menjadikan sarasehan sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan persatuan.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Dari forum tersebut, muncul kesepahaman bahwa pembangunan Jepara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, bukan hanya pemerintah.

 

Peserta pun mengajak masyarakat meninggalkan sikap yang mengedepankan kepentingan pribadi dan menggantinya dengan semangat “Satrio Mbangun Negoro Tanpo Pamrih.”

 

Semangat tersebut menjadi pesan penutup sarasehan, yakni membangun Jepara secara bersama-sama dengan tulus, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

Dengan kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, ormas, LSM, media, dan masyarakat, pembangunan Jepara diharapkan dapat berjalan lebih transparan, partisipatif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

G7/TY

Pos terkait