Global7.id – Jepara,
Sangkar Burung Senilai 75 Juta Dipamerkan di event Jepara International Furniture Buyer Weeks
Suhartono, pria berusia 56 tahun asal Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara yang merupakan salah satu seniman ukir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah membuat sebuah sangkar burung berukir dengan harga mencapai Rp 25 juta.
Mahalnya harga sangkar burung ini tentu saja sepadan dengan kualitas dan nilai seni yang menyertainya. Sangkar ini berdiameter 36 sentimeter dengan tinggi 65 sentimeter. Semua sisinya terbuat dari kayu jati. Hiasannya adalah tokoh pewayangan.
Hartono menjelaskan cerita wayang Karna Tanding pada sangkar burung itu yang merangkai dengan relief sesuai dengan urutan cerita yang biasa disampaikan dalang dalam pertunjukan wayang. Relief disusun sangan indah mulai dari sisi bawah hingga atas.
”Saya tidak pernah mengangkat tema selain cerita-cerita di Jawa. Saya enggak pernah mengambil tema dari luar negeri. Saya punya idealisme sendiri. Supaya konsep-konsep itu diterapkan, ” ujar Hartono, Senin (10/3/2025).
Untuk menggarap sangkar burung itu, Hartono membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Dia memastikan tidak ada relief yang ditempel.
Ia menambahkan, ”Semua relief tidak ada yang tempelan. Saya pahat dan ukir. Itu yang bikin sangkar burung buatan saya mahal, ” imbuh Hartono.
Kini sangkar burung itu Ia pamerkan di pameran Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW) dan siap untuk dikoleksi kolektor seni.
Selain sangkar burung tersebut, dia kini juga sedang menyelesaikan sangkar burung bertema Perang Jawa.
Saat ini baru mahkotanya yang selesai dia garap. Dia pun akan membawanya ke pameran dalam waktu dekat. Mahkota itu memuat proses perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro itu. Sangkar burung murai itu akan dibuat dengan ukuran diameter 57 sentimeter.
”Itu yang paling mahal. Harganya Rp 75 juta,” ucap Hartono.
Sebagai pria kelahiran Jepara, menjadi pengukir adalah keniscayaan bagi Hartono. Dia pernah terjun di dunia mebel. Namun tak bertahan lama karena modalnya tak mencukupi.
Untuk itu, dia memilih tetap menjadi pengukir dengan jalan sebagai pembuat sangkar burung. Hartono tak bisa melepaskan diri dari seni ukir.
Lanjutnya, ”Saya terjun ke sangkar burung. Supaya seni ukir tetap berjalan. Dan sekarang sangkar burung sudah booming. Di kalangan bawah sampai atas. Orang-orang maniak burung suka sangkar model begini,” pungkas jebolan jurusan Seni Kriya Sekolah Menengah Ilmu Kejuruan Negeri (SMIKN) Jepara yang kini berubah menjadi SMKN 2 Jepara.
Ia sudah delapan tahun menjadi perajin sangkar burung. Sangkar burung buatannya tak bisa disebut biasa saja. Sangkar burung buatannya adalah karya seni yang mahal.***
Sumber: MN/Faqih.










