Sampah Berceceran, Warga Komplek Pertokoan Pujasera Ngabul Jepara Mengeluh

Foto, kolase dari potret sampah di sekitar Pujasera Ngabul, kecamatan Tahunan, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Menumpuknya sampah yang berada disekitaran komplek pujasera Ngabul, kecamatan Tahunan, Jepara menjadikan kumuh bagi pertokoan sekitar, Senin (12/8/2024).


Pertokoan komplek Pujasera Ngabul yang biasanya bersih kini tidak lagi dibersihkan oleh dinas terkait, padahal mulai adanya ruko pertokoan sejak 2003 sampai 2024 awal komplek Pujasera selalu disapu petugas kebersihan setiap harinya dengan membersihkan sampah-sampah disekitar komplek tersebut.


 

Beberapa warga Pujasera mengatakan bahwa, Pujasera dulunya tiap hari selalu disapu oleh pihak kebersihan dari Dinas terkait yang libur hanya Sabtu dan Minggu, dan sampah-sampah yang ada disekitaran selalu diambil, tetapi dengan adanya pegawai baru yang menarik uang retribusi perbulan oleh petugas kebersihan tersebut sudah tidak ada lagi dan bahkan sampah-sampah yang penuh sudah tidak diambil. Hal itu membuat sampah berceceran yang menjadikan kumuhnya lingkungan.


 

“Padahal dulunya retribusi perbulan hanya 60 ribu kini naik dua kali lipat lebih menjadi 125 ribu perbulan bukannya kinerjanya ditambah malah petugas kebersihannya di hilangkan, ” keluhan warga sekitar Pujasera, Senin (12/8).


 

Dari informasi tersebut awak media menemui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zamroni Lestiaza yang mengatakan, “iya saat ini tenaga kebersihan kita emang kurang makanya tidak bisa aktif seperti dulu, dan kita nyari petugas baru dengan membuka lowongan tapi belum dapat masih kesulitan, ” ucapnya.


 

Ia menambahkan, “Ya nanti untuk Pujasera akan Saya tindak lanjuti biar dibersihkan lagi seperti sediakala, ” imbuhnya.


 

Sampai berita ini diturunkan, komplek Pujasera belum ada lagi petugas kebersihan yang membersihkan dan sampah-sampah masih bertumpukan, jangan sampai Jepara yang sudah menjadi kota bersih juara Adipura tiap tahun malah jatuh dengan kelalaian dari Dinas terkait.***

Wartawan: Setiyadi.

Sumber: G7.

Bacaan Lainnya

Pos terkait