Global7.id – Jepara,
Diduga ada yang memprovokasi warga saat ada pertunjukan dangdut, Petinggi Desa Dudakawu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara digrebek warganya.
Berikut hasil wawancara tim media Global7 dari berbagai narasumber terkait berita dugaan tindakan asusila Petinggi Dudakawu, Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Selasa, (16/5/2023).
Kasmuin selaku Petinggi Desa Dudakawu ketika ditemui awak media di Polsek Kembang mengatakan, “Saat itu saya mengantarkan pesanan mendesak kepada warga saya yang bernama Juwarmi warga RT 1/RW 1, suaminya yang bernama Jasmani saat itu di rumah tiba-tiba ada banyak warga yang datang dan saya menghindar dari amuk massa,” Ujarnya.
Ia menambahkan, “Saat itu saya bersama Juwarmi diarak warga ke balai Desa, saya diinterogasi dan supaya mengakui sesuai kemauan warga,” imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan di media, Senin (15/5/2023) Petinggi Dudakawu diduga melakukan tindakan asusila sementara suami Juwarni yang bernama Jasmani berada di rumah, sehingga awak media berusaha menggali informasi lebih dalam lagi dari tokoh masyarakat Desa Dudakawu terkait dugaan tindakan asusila tersebut.
Andik yang pernah menjadi kandidat pada pencalonan Carik Desa Dudakawu saat dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp menjelaskan, “Terkait dugaan tindak asusila yang terjadi malam itu ada hadir di balai Desa yaitu Babinkamtibmas dari Polsek Kembang dan anggota dari Koramil namanya saya tidak tahu,” jelasnya.
Andik menceritakan, “Saya kan masyarakat biasa, tadi ada pertemuan di balai Desa, hadir pak Camat Kembang, tadi kan sudah ada audensi dari tokoh masyarakat yang ada disitu. Saya hadir saya sih tidak punya kewenangan apa apa, tadi sudah dirembug katanya sih nanti ada solusi dari pihak Kecamatan dari BPD dan dari aparat Kepolisian,” Tuturnya, Selasa, (16/5/2023).
(PR), salah satu tokoh masyarakat desa dari RT 1/RW 2 yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan, “Saat itu warga Dukuh Nglarangan kan memang lagi kumpul karena ada Dangdut, sehingga saat ada mediasi di balai Desa ada banyak massa yang datang dan jumlahnya ratusan,” katanya.
“Disaat Petinggi di mediasi didalam ruangan, terjadi tindakan anarkis diluar ruangan, Andik saat itu bilang: Kamu tidak usah ikut ngurusi, tidak usah banyak bacot !! ; sehingga kami menduga ini semua sudah dikondisikan Andik.
Saat itu hadir Babinsa dari Koramil Bangsri,” ungkapnya.
(TN), tokoh masyarakat lainnya yang berani menjelaskan, “Terkait permasalahan yang ada di Desa Dudakawu sebenarnya sudah berkali-kali terjadi, ketika menentukan pelawangan Sinatah, terkait PAMSIMAS di Dukuh Nglarangan, proses pengangkatan pemangku Dukuh Nglarangan, proses pengangkatan Carik yang sempat gaduh, ” jelasnya tokoh masyarakat desa dari RT 1/RW 2.
“Seolah ada yang sengaja membuat gaduh di Desa Dudakawu, dengan cara mencari kesalahan Petinggi dan yang terakhir ini dihubungkan dengan dugaan tindak asusila. Saya sebagai masyarakat Desa Dudakawu sangat berharap Desa saya kembali kondusif tseperti semula.” Pungkasnya.
Tag










