Wisata Jepara Membludak Saat Libur 2026, Relawan GCTS Siaga di Laut: Pengunjung Diimbau Waspada

Relawan GCTS mengawasi wisatawan di Pantai Kartini Jepara saat lonjakan libur 2026
Relawan GCTS mengawasi wisatawan di Pantai Kartini Jepara saat lonjakan libur 2026

Global7.id – Jepara, 

Lonjakan pengunjung di kawasan wisata Pantai Kartini hingga jalur penyeberangan ke Pulau Panjang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Di tengah padatnya arus wisatawan, Relawan Gerak Cepat Tanpa Sambat (GCTS) tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan keselamatan publik tetap terjaga.

 

Sejak Selasa (24/3/2026) pukul 08.15 hingga 16.30 WIB, para relawan diterjunkan untuk melakukan pengawasan dan pendampingan langsung di lapangan. Fokus utama mereka adalah aktivitas penyeberangan laut yang berisiko tinggi, terutama bagi wisatawan yang kerap mengabaikan penggunaan alat keselamatan.

 

Bukan sekadar hadir, relawan GCTS aktif mengingatkan penumpang perahu agar selalu mengenakan jaket pelampung. Langkah ini menjadi krusial di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan yang berpotensi memicu kecelakaan jika tidak diimbangi kesadaran keselamatan.

 

“Keselamatan itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Kami terus mengimbau pengunjung agar memakai pelampung saat menyeberang,” ujar Ketua GCTS, Akip, yang akrab disapa Obeng.

 

Menurutnya, momen libur panjang seringkali diiringi kelengahan pengunjung terhadap standar keselamatan. Karena itu, kehadiran relawan menjadi penting sebagai pengingat sekaligus pengawas di titik-titik rawan.

 

Baca Juga: ODGJ Ngamuk di Raguklampitan Jepara, GCTS Berhasil Mengamankan

 

Upaya pengamanan ini tidak berjalan sendiri. GCTS bersinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jepara melalui pusat pengendalian operasi (Pusdalops). Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat sistem pengawasan dan respons cepat di kawasan wisata.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin, mengapresiasi peran aktif relawan dari berbagai komunitas yang turut membantu pemerintah dalam penanganan kebencanaan dan situasi darurat.

 

“Adanya relawan di Jepara dari berbagai komunitas maupun organisasi sangat membantu pemerintah, terutama dalam penanganan kebencanaan dan situasi darurat. Apalagi saat libur bersama, mereka selalu siap siaga di berbagai titik kunjungan wisata,” ujarnya.

 

Arwin menambahkan, relawan tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi keselamatan kepada masyarakat. Di tengah meningkatnya aktivitas wisata, potensi risiko seperti kecelakaan laut hingga kelalaian pengunjung menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama.

 

Sementara itu, Akip menegaskan bahwa GCTS akan terus menjaga komitmen dalam misi kemanusiaan dan kedaruratan. “Kami selalu siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan, terutama di lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi,” tegasnya.

 

Sinergi antara relawan, pemerintah, dan aparat ini menjadi bukti bahwa pengamanan wisata bukan sekadar rutinitas, melainkan kerja kolektif yang menuntut kesiapsiagaan, koordinasi, dan kepedulian bersama. Di tengah euforia liburan, kehadiran relawan menjadi garis pertahanan penting agar setiap perjalanan wisata berakhir aman.

 

G7/OBNX

Pos terkait