Purnomo Jepara Berikan 8 Tips Jitu untuk Mengindari Tindakan Pelecehan Seksual dan Pencabulan Terhadap Perempuan

Foto, tangkap layar dari akun Instagram @purnomo.6005

Global7.id – Jepara,

Menyoroti maraknya pemberitaan di media online yang muncul akhir-akhir ini di wilayah hukum Polres Jepara tentang terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur dan pemerkosaan, pengamat sosial Purnomo Jepara buka suara.


Pemberitaan terakhir korban pemerkosaan menimpa gadis berusia 16 tahun di Kabupaten Jepara menjadi korban pemerkosaan oleh pria pemabok. Kasatreskrim Polres Jepara AKP Yorisa Prabowo menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada 27 Oktober 2022 lalu.

 


Faktor Kerentanan akan Pelecehan Seksual

Menyikapi hal tersebut, ada banyak faktor yang memicu terjadinya pencabulan terhadap anak dibawah dan pemerkosaan seksual. Mulai dari faktor individu seperti kurangnya pendidikan sampai faktor lingkungan. Faktor lingkungan punya andil besar menjadi penyebab terjadinya pelecehan seksual.

 


Adanya kebiasaan dari masyarakat sekitar yang masih kurang perhatian kepada anak dibawah umur dan kepedulian dari masyarakat lain untuk membantu korban.


Hal tersebut menyebabkan kasus pencabulan terhadap anak dibawah dan pemerkosaan seksual masih sulit diatasi. Selain hal tersebut, adanya kurangnya perhatian orang tua dan maraknya penjualan miras merupakan salah satu penyebabnya.


Peran Pancasila dalam Menangani Pelecehan Seksual

Kasus pelecehan seksual sering terjadi salah satunya karena pelaku kurang memahami makna dari dasar negara Indonesia yaitu pancasila. Nilai-nilai luhur yang tercantum dalam pancasila sangat diperlukan untuk menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari dan keluarga serta bermasyarakat.


Apabila Pancasila dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maka calon pelaku atau pelaku akan sadar atas perilakunya tersebut, karena salah dan melanggar salah satu sila Pancasila pada sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.


Nilai kemanusiaan yang tercantum dalam pancasila mengajarkan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta berbuat adil terhadap sesama. Tidak berlaku semena-mena terhadap orang lain. Oleh karena itu, pentingnya nilai pancasila terutama sila kedua sebagai pegangan dalam menangani kasus pelecehan hingga pencabulan terhadap anak dibawah umur.


 

Menurut Purnomo, dengan maraknya kasus pencabulan dan pemerkosaan ini seharusnya di Jepara ada lembaga yang memberikan perlindungan hukum dan mendukung korban untuk bisa memberanikan diri apabila terjadi lagi kasus pencabulan dan pemerkosaan.

Bacaan Lainnya

Selain lembaga perlindungan hukum, kata Purnomo, harus ada juga lembaga sosial yang membantu korban untuk sembuh dari trauma akibat kasus pelecehan seksual, pencabulan dan pemerkosaan yang menimpa dirinya. Hal ini merupakan salah satu penerapan dari sila kedua pancasila.


Perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk menanggulangi kasus ini. Selain memberikan hukuman berat kepada pelaku, masyarakat sebaiknya bergotong-royong untuk meningkatkan keamanan khususnya di lingkungan sekitar kita.

 


Namun, hal yang terpenting adalah mencegah kasus ini tidak terulang kembali dengan cara menerapkan nilai-nilai pancasila mulai dari dini. Pentingnya pendidikan pancasila diterapkan mulai dari bangku sekolah dasar untuk menanamkan butir-butir nilai pancasila.


 

Selain itu, pentingnya pendidikan dini tentang kesehatan reproduksi kepada anak-anak agar nantinya mereka dapat memahami sehingga mampu menolak kejadian yang berkaitan dengan kekerasan seksual.


 

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya penanaman nilai pancasila dimulai dari dini terutama nilai kemanusiaan diharapkan dapat berhasil mencegah munculnya kasus pelecehan seksual yang ada di Jepara.


 

Kesimpulan

Maraknya kasus pelecehan, pencabulan dan pemerkosaan di Jepara ini menjadi catatan tersendiri bagi perempuan. Pasalnya pelaku pelecehan seksual bisa berasal dari lingkungan keluarga atau dari kalangan terpandang sekalipun.


Jadi, perlu tindakan serius untuk menanganinya. Dengan adanya kesadaran akan pentingnya penanaman nilai pancasila dimulai dari dini terutama nilai kemanusiaan diharapkan dapat berhasil mencegah bertambahnya kasus pelecehan seksual yang ada di Jepara.


Inilah tips bagaimana cara menghindari dari munculnya tindak pelecehan seksual terhadap anak dibawah dan lainnya

 

1. Menghindari Tempat yang Berbahaya

Lingkungan yang sepi, gelap, atau kemungkinan menjadi tempat orang untuk bermabuk-mabukan adalah situasi yang sebaiknya kamu hindari.


 

Alasannya, di lokasi tersebut memperbesar peluang bagi predator seks untuk melakukan aksinya. Bagi kamu yang pulang kerja di malam hari, pilih jalan yang dilengkapi penerangan (lampu jalan) dan tidak sepi.


 

Jika memang kamu tinggal di area yang cukup sepi, minta pasangan atau anggota keluargamu untuk menjemput. Cara ini bisa kamu terapkan menghindari kamu dari pelecehan seksual.


 

Begitu juga dengan tempat yang sangat ramai, misalnya di gerbong kereta api. Kamu sebaiknya memilih berada di gerbong wanita agar tidak berdesak-desakan dengan penumpang pria, yang mungkin salah satunya punya niat tidak baik terhadap kamu.


 

2. Jangan Percaya Penuh

Sebagai makhluk sosial, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi, bukan berarti kamu bisa menaruh rasa percaya sepenuhnya, apalagi terhadap orang yang baru ditemui.


 

Jadi, untuk menghindari pelecehan seksual, akan lebih baik bila kamu sedikit menjaga jarak dengan mereka yang bukan anggota keluarga atau kerabat yang benar-benar dekat.


 

3. Hindari Obrolan yang Berbau Porno

Obrolan berbau pornografi dapat membuat orang lain berpikir bahwa kamu terbiasa dengan hal-hal yang berbau seksual.


 

Oleh sebab itu, hindari obrolan yang terlalu menjurus ke arah pornografi, terutama dengan orang yang baru dikenal.


 

Dikhawatirkan, lawan bicara sengaja memancing obrolan panjang agar ujung-ujungnya bisa membuat kamu terbawa suasana sehingga tanpa sadar berbicara hal-hal berbau porno.


 

Bila ini terjadi, celah untuk melakukan tindak pelecehan seksual menjadi terbuka lebar.


 

4. Komunikasikan Batasan dengan Jelas

Bercanda dengan teman atau rekan kerja memang bisa membangun hubungan yang baik. Akan tetapi, bercanda bisa saja kelewat batas. Bahkan, menjadi jalan bagi orang lain untuk melakukan pelecehan.


 

Lalu, bagaimana tindakan pencegahan agar tidak kena pelecehan seksual?

Komunikasikan batasan kamu. Hal ini menunjukkan jika kamu memiliki privasi dan batas terhadap komunikasi atau perlakuan yang diterima dan bagaimana kamu akan merespons ketika itu dilanggar.


 

Jika kamu pernah mengalami pelecehan yang berkedok candaan, cobalah untuk komunikasikan kalau kamu tidak suka diperlakukan demikian. Dengan begitu, orang tersebut akan paham jika kamu tidak suka diperlakukan demikian atau melakukan hal-hal di luar batas.


 

5. Kuasai Beberapa Metode Melumpuhkan Lawan

Walaupun sering diidentikan sebagai kelompok lemah, wanita harus bisa memberikan perlawan kepada pelaku tindak kejahatan seksual.


 

Kamu tidak perlu menjadi ahli bela diri tertentu, cukup belajar beberapa teknik atau gerakan yang dapat digunakan ketika menghadapi tindak kekerasan. Ini adalah cara yang penting untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual.


6. Berani Bersikap Tegas

Kamu tidak dilarang untuk bersikap ramah kepada siapa pun. Namun, kamu tetap harus menjaga image diri agar tidak dicap sebagai orang yang selalu berpikiran dan bersikap terbuka terhadap hal apa pun, apalagi bila berurusan dengan orang yang baru dikenal.


 

Apabila dipaksa atau mengalami perilaku tidak senonoh di luar dugaan, segera ambil tindakan. Ceritakan kejadian yang kamu alami pada anggota keluarga dan kerabat dekat terpercaya yang sudah dikenal lama.


Di samping itu, laporkan pula tindakan pelecehan seksual tersebut kepada pihak berwajib agar pelaku segera ditindak.


 

7. Bersikap Percaya Diri

Wanita yang terlihat tidak percaya diri dan tampak lemah lebih berisiko mengalami kekerasan seksual ketimbang mereka yang percaya diri.


 

Pasalnya, mereka yang tidak percaya diri biasanya lebih takut melawan dan berbicara ketika menjadi korban kekerasan. Oleh karena itu, jadilah lebih percaya diri sebagai upaya pencegahan terjadinya pelecehan seksual.


 

8. Mempersiapkan Alat Pelindung Diri

Di tengah banyaknya laporan terkait kekerasan seksual, maka setiap orang harus lebih mempersiapkan diri agar terhindar dari masalah tersebut.


 

Salah satu bentuk persiapannya adalah membawa alat perlindungan diri seperti semprotan cabe atau alat setrum di dalam tas.


 

Alat-alat tersebut dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk ketika menghadapi kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk kekerasan seksual.


 

Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Baik pria maupun wanita, keduanya sama-sama berisiko mengalami perilaku bejat tersebut.


 

Dari cara mencegah pelecehan seksual di atas, mana yang sudah kamu lakukan? Bentengi dirimu dari segala sesuatu yang berbau pelecehan seksual dan segera laporkan kepada pihak berwajib apabila mengalaminya.***

Sumber: PJ/BB.

Pos terkait