Proyek Citywalk di Jalan Pemuda Jepara Berpotensi Gagal, Butuh Anggaran 15 Miliar Lagi

Foto, trotoar jalan pemuda Jepara. (City Walk Jepara.

Global7.id – Jepara,

Pembangunan city walk Jalan Pemuda untuk tahun depan berpotensi gagal dilanjut lagi. Pasalnya, anggaran yang tersedia untuk Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara terbatas, sementara, untuk lanjutan pembangunan city walk tersebut masih memerlukan biaya besar.

Perlu diketahui, Citywalk adalah jalur pejalan kaki di dalam kota yang dilengkapi dengan sarana perbelanjaan dan dikelola oleh pengembang usaha. Citywalk dapat terbentuk dari deretan bangunan atau lanskap berupa tanaman.

Citywalk memiliki beberapa fungsi, di antaranya:

1. Menjawab kebutuhan akan ruang terbuka kota yang nyaman dan aman

2. Mewadahi gaya hidup masyarakat

3. Menyediakan ruang publik sebagai ajang interaksi bagi masyarakat dan wisatawan

4. Menghubungkan atau menyatukan massa bangunan yang biasanya terpisah

5. Memberikan ruang terbuka untuk panggung pertunjukan.

Jadi secara abstrak, citywalk berarti jalur pejalan kaki di dalam kota. Jalur tersebut dapat terbentuk akibat deretan bangunan ataupun lanskap berupa tanaman, Citywalk merupakan pedestrian dengan sarana perbelanjaan yang lengkap, serta dikelola oleh suatu pengembang usaha , sehingga dapat bertahan dan berkembang.

Selanjutnya, tahun depan anggaran yang terbatas itu tengah diprioritaskan untuk kegiatan penanganan jalan rusak di wilayah Jepara.

Hal itu disampaikan Kepala DPUPR Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Bina Marga Agus Priyadi kemarin.

”Sementara belum ada anggaran. Tahun depan pun kayaknya belum bisa. Belum ada anggaran. Tidak ada tambahan anggaran untuk city walk sementara ini,” katanya, Selasa (29/10/2024).

Diketahui, pembangunan city walk Jalan Pemuda itu direncanakan dimulai dari perempatan Tugu Kartini hingga pertigaan sebelah gedung DPRD Jepara. Proses pembangunannya sudah berlangsung dalam 2 tahap.

Tahap pertama, dilaksanakan pada 2021 lalu, yang dimulai dari perempatan Tugu Kartini hingga perempatan SD N 2 Panggang.

Sementara pengerjaan tahap kedua, dilaksanakan pada tahun 2022 lalu, dimulai dari perempatan SD N 2 Panggang dan semestinya berakhir di perempatan Rahayu.

Namun pada tahap kedua itu, pengerjaannya belum bisa sesuai rencana. Lantaran masih ada sekitar 50 meter yang belum tersentuh pengerjaan.

Semestinya, sisa pekerjaan itu diharapkan bisa digarap tahun ini. Sekaligus dengan pekerjaan crossing jalan di perempatan sebelah SD N 2 Panggang, Jepara.

Karena, terdampak refocusing anggaran, rencana tersebut gagal terealisasi tahun depan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

Agus menjelaskan, untuk merampungkan pengerjaan trotoar yang direncanakan hingga pertigaan sebelah gedung DPRD Jepara itu, diperkirakan masih butuh biaya sekitar Rp 15 miliar lagi.

Bila memang tahun depan gagal dilanjutkan pembangunannya, ia berharap lanjutan proyek tersebut nantinya bisa terealisasi di tahun 2026.

”Harapannya, ke depannya anggaran untuk jalan dan trotoar dan lain-lain diperbesar. Kami sebagai dinas teknis kan hanya melaksanakan,” tandas Agus.***
Sumber: RK.

Pos terkait