Diduga Proyek PL Bidang Bina Marga di Jepara, Dikerjakan Asal Jadi

Foto, papan informasi proyek Bina Marga dari DPUPR Jepara.

Global7.id – Jepara,

Puluhan proyek disejumlah titik di Kabupaten Jepara yang digelar oleh Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui metode Penunjukan Langsung (PL) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2024 diduga dikerjakan asal jadi.


 

Menyikapi hasil pekerjaan yang tidak sesuai harapan masyarakat ini, (CR), nama inisial, selaku masyarakat Jepara menganggap lemahnya kinerja Dinas PU-PR dalam bekerja, Senin (23/9/2024).


 

Dengan adanya sejumlah proyek PL yang terkesan asal jadi ini, (CR) mempertanyakan kredibilitas Dinas PU-PR Kabupaten Jepara. Kepada awak media, CR menyampaikan, “Ada beberapa titik pekerjaan saluran air dengan menggunakan Uditch, salah satunya di Kecamatan Mlonggo, tepatnya jalan Sinanggul – Selagi dan pekerjaan Uditch lain, di Desa Potroyudan RT 02 RW O5 Kecamatan Kota Jepara, yang diduga dikerjakan asal jadi,” ujar CR.


 

Setelah (CR) mengetahui tidak dipasang U-Ditch di bawah jembatan, (CR) sempat menanyakan hal tersebut kepada Kepala Dinas PUPR Jepara dan supaya konfirmasi ke Bidang Bina Marga, karena masalah tehnis.


 

Diketahui, pekerjaan Drainase di Sinanggul Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, yang dikerjakan CV Prima Sakti, senilai Rp 199.370,000 dan pekerjaan Drainase yang dikerjakan CV Sarana Utama di Potroyudan RT 02 RW 5 Kecamatan Kota Jepara, senilai Rp 99.186.000. Sementara itu, pada papan nama proyek, tidak dicantumkan volume pekerjaan, sehingga diduga ada potensi rugikan uang negara.


 

A. Mursalin dari Gerakan Nasional Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) Kabupaten Jepara berpendapat, “Untuk Keterbukaan Informasi Publik, penyedia barang dan jasa harusnya dicantumkan Volume pekerjaannya,” kata Mursalin.


 

Ia juga menambahkan, “Banyak sambungan antar segmen U-Ditch tidak dikerjakan dengan rapi, dan sambungan antar segmen juga tidak ditutup dengan mortar instan yang mempunyai daya rekat lebih berupa filler dan aditif, tetapi hanya ditutup menggunakan semen konvensional sehingga lebih beresiko mengalami keretakan. Pekerjaan ini terkesan asal jadi,” imbuhnya.


 

Bacaan Lainnya

Karena menyangkut masalah tehnis, awak media berusaha mendapatkan penjelasan terkait pekerjaan U-Ditch tersebut dari Agus Priyadi, selaku Kabid Bina Marga Jepara.


 

Dijelaskan Agus, “Untuk jalan masuk apabila dimensi saluran gorong-gorong sudah mencukupi, maka tidak diperlukan pembongkaran dan tidak dipasang u-ditch baru,” jelas Agus.


 

“Papan nama yang belum mencantumkan volume pekerjaan akan kami sampaikan ke penyedia,” Pungkasnya.***

Sumber: G7.

(Arif M).

Pos terkait