Global7.id – Jepara,
Atmosfer politik di Kabupaten Jepara semakin memanas seiring dimulainya tahapan Pilkada 2024. Dalam waktu yang cukup lama sebelum tahapan resmi dimulai, nama-nama potensial calon bupati sudah santer berkembang di tengah masyarakat Kota Ukir.
Hal ini semakin intens dengan munculnya baliho-baliho dari beberapa tokoh di berbagai jalur utama kabupaten Jepara.
FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Jepara, salah satu organisasi Islam di Jepara yang diketuai oleh Muhammad Roshif Arwani sedikit berkomentar, “Jepara adalah daerah yang beragam, dalam perekonomian beragam, dalam warga juga beragam, dalam pendidikan pun beragam, serta dalam kearifan lokal yang banyak ragamnya, sehingga Jepara butuh pemimpin yang merdeka dalam memimpin, ” ujar ketua FKPP Jepara yang beralamat di Pondok Pesantren Salafiyah Annur Mangunan, Tahunan, Jepara yang mengelola 305 pesantren se-Jepara.
Kata dia, “Jepara adalah daerah yang beragam, dalam perekonomian beragam, dalam warga juga beragam, dalam pendidikan pun beragam, serta dalam kearifan lokal yang banyak ragamnya, sehingga Jepara butuh pemimpin yang merdeka dalam memimpin, ” ucapnya Kamis, (23/5/2024) saat ditemui di Gedung Wanita Jepara usai rapat 6 lembaga di Jepara bersatu.
Menurutnya, Pilkada adalah arena yang sah dan legal untuk merancang visi dan misi 5 tahun ke depan untuk membawa Jepara yang mapan dan sejahtera. Jadi untuk bisa mempraktekkan visi dan misi dari pemimpin yang terpilih dibutuhkan kecakapan dan keberanian dalam mempetakan masalah yang ada di daerah tersebut seperti masalah ekonomi, kesenjangan sosial, pendidikan dan penyakit masyarakat.
Ia menambahkan, “Saya kira Jepara saat ini butuh sosok pemimpin yang merdeka sosok pemimpin yang tidak dibayang bayangi oleh mas’alah dan tidak dibayang bayangi oleh orang-orang ada dibelakangnya serta pemimpin yang punya keahlian dalam tata negara serta punya finansial yang cukup, ” imbuhnya.
“Sementara ini bacalon yang ada masih abu-abu masih belum jelas Jepara mau dibawa kemana? Jepara terkenal dengan kota ukir mereka sama sekali tidak punya strategi untuk menghidupkan dunia ukir dan meubel, belum lagi masalah kesehatan, masalah pendidikan lebih-lebih pondok pesantren mereka sama sekali belum menyentuh pendidikan agama. Padahal Jepara ini memiliki 1000 masjid, 560 madrasah diniyah, pondok pesantren sebanyak 305 belum mushola se-Jepara yang banyak sekali, majlis taklim juga. Semoga dengan adanya Pilkada pada tahun ini, bakal calon Bupati yang nantinya akan menjadi pemimpin betul-betul bisa membawa Jepara yang lebih religius lebih beradab dan lebih sejahtera, ” tutupnya.***










