Perekonomian Orang Tua Mampu, Tapi Anaknya Masih Kena Stunting di Jepara 

Foto, salah satu balita di Indonesia yang sedang diukur lingkar kepala di posyandu dan dalam pengecekan terhadap stunting.

Global7.id – Jepara,

Keberadaan anak stunting menjadi Problem stunting masih menjadi prioritas untuk terus ditekan penurunan angkanya, meskipun perekonomian orang tua baik namun gizi anak sering tidak terpenuhi dengan baik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara Muh Ali. Nyatanya, masih ada anak yang terlahir dari keluarga mampu, tetapi mengalami stunting.

“Karena itulah, penyadaran orang tua terhadap kebutuhan gizi anak menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan prevalensi stunting,” ungkapnya, Senin (9/12).

Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Sujatmiko yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jepara minta stakeholder di daerah bersama-sama membangun kesadaran pentingnya asupan gizi bagi masyarakat. Baik bagi remaja putri, ibu hamil, maupun orang tua.

“Jangan karena anak sukanya itu-itu saja, lalu dituruti terus hanya agar tidak menangis. Audit terbaik kasus stunting itu, ya, bersama-sama turun ke lapangan, temukan, lalu diatasi bersama-sama,” tegas Edy.

Pihaknya tengah mengebut penurunan kasus stunting di Jepara. Dimulai dengan entry data para balita se-Kabupaten Jepara. Tercatat, saat ini sudah 83.148 balita yang sukses didata. Dari Jumlah itu, terdapat 2.928 atau 3,52 persen balita stunting.

Dari hasil intervensi, per Oktober 2024 prevalensi stunting di Jepara turun menjadi 3,28 persen atau masih 2.731 balita di Jepara yang mengalami stunting.

Perlu diketahui, Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang dapat menyebabkan anak menjadi lebih pendek dari anak seusianya. Untuk mengatasi stunting pada anak, Anda dapat melakukan beberapa cara, di antaranya:

1. Memperbaiki asupan nutrisi anak.

2. Memberikan suplemen, seperti vitamin A, zinc, zat besi, kalsium, dan yodium.

3. Mengobati penyakit yang mendasarinya, misalnya TBC.

4. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

5. Melakukan stimulasi tumbuh kembang anak.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah stunting pada anak:

1. Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan.

2. Memberikan MPASI yang bergizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan.

3. Memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala.

4. Menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, baik di rumah maupun di luar rumah.

5. Membiasakan cuci tangan serta tidak buang air besar sembarangan pada keluarga.

Jadi, untuk mengetahui apakah anak mengalami stunting, Anda dapat rutin mengukur berat badan dan tinggi badan anak, dan melihat pada kurva.***
Sumber: RK/G7.

Pos terkait