Sahur Berdarah di Jepara! Diteriaki ‘Iku Wonge’, Pemuda Mambak Dikejar dan Dikeroyok Hingga 16 Jahitan

Foto, Sahur Berdarah di Jepara! Diteriaki ‘Iku Wonge’, Pemuda Mambak Dikejar dan Dikeroyok Hingga 16 Jahitan

Global7.id – Jepara, 

Aksi “perang air” yang kerap terjadi saat waktu sahur kembali memakan korban. Seorang pemuda asal Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, bernama Muhammad Erik Kusuma (25), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal pada Sabtu (28/2/26) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB.

 

Korban yang beralamat di Mambak RT 01 RW 02, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menuturkan bahwa saat itu dirinya hendak membeli rokok bersama rekannya, Davit alias Jemblung, menuju wilayah Kedungcino.

 

Namun setibanya di sekitar SPBU Wonorejo, ia melihat sudah banyak orang berjejer di lokasi tersebut.

 

“Saat saya melintas, justru ada yang berteriak ‘iku wonge, iku wonge’, lalu saya langsung dikejar,” ujar Erik saat dikonfirmasi.

 

Ia mengaku dikejar sekitar 300 meter oleh banyak orang dia antaranya dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna putih, mengenakan jaket silver dan hitam. Tepat di depan Gudang Citra, korban dipaksa berhenti dan langsung dikeroyok hingga kaos yang dikenakannya terlepas.

 

Dalam kondisi terdesak, korban sempat menunjukkan dompet berisi KTP sebagai bukti bahwa dirinya warga Mambak dan tidak terlibat dalam kelompok mana pun. Pengeroyokan sempat terhenti, namun dompet beserta KTP miliknya justru dibawa dan dibuang di jalan.

 

“Saya minta dompet dan KTP dikembalikan karena dibuang di jalan. Akhirnya dibantu warga untuk mencari,” jelasnya.

 

Bacaan Lainnya

Korban mengaku tidak langsung menyadari bahwa punggungnya mengalami luka berdarah. Justru seorang ibu warga sekitar yang membantu mencari dompetnya yang pertama kali melihat luka tersebut. “Nang gegermu getih beruh,” kata warga yang menyadari kondisi korban.

 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Korban kemudian menghubungi ayahnya dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Islam Jepara untuk mendapatkan perawatan medis. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami dua luka robek dengan total 16 jahitan, masing-masing 9 jahitan dan 7 jahitan di bagian punggung.

 

Baca Juga: Berawal dari Chat WA, Berakhir Maut! Perang Sarung di Grobogan Tewaskan Remaja

 

Saksi jemblung alias davit teman korban menuturkan sempat terkena lemparan air dan batu di dalam plastik. Beruntung dia hanya terkena sedikit dan mengalami luka ringan.

 

Warga menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir kawasan Kedungcino hingga perempatan Mambak kerap menjadi titik kumpul remaja berusia sekitar 15 hingga 18 tahun. Berdasarkan informasi yang beredar, mereka berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Mlonggo dan Kecamatan Jepara, yang diduga melakukan aksi perang air antar kelompok saat sahur.

 

Titik kumpul disebut-sebut berada di sekitar perempatan Mambak hingga perempatan Kedungcino, terutama di area SPBU Wonorejo yang dinilai relatif sepi dan jauh dari permukiman warga.

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan patroli rutin dan penertiban guna mencegah kejadian serupa terulang, terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

 

G7/AR

Pos terkait