Global7.id – Jepara,
Produksi mebel di Kabupaten Jepara, Jawa tengah menurun pada awal tahun seiring dengan berkurangnya permintaan pasar baik domestik maupun asing.
Sehingga, pengusaha mebel di Kabupaten Jepara mulai melirik pasar lokal, menyusul lesunya pasar internasional akibat perang di Ukraina pada akhir 2023 yang membuat daya beli masyarakat luar negeri juga menurun.
Dari lesunya pasar internasional yang berdampak pada pengrajin kayu atau tukang kayu itu sendiri.
Berita sebelumnya, (pendapatan-miliaran produk furniture dan ukir jepara ekspor ke 100 negara di dunia) yang membuat Netizen Jepara berkomentar dan mengemukakan unek-uneknya di group Facebook di Jepara.
Saat awak media menelusuri unek-unek pengrajin kayu atau tukang kayu yang gajinya masih dengan gaji lama dan tak kunjung naik.
“Ya mas, bayaran ya masih sama dari jaman Soeharto, mentok seminggu 500/600 itu sudah bagus sekali, kulinya itu pada mengeluh. Yang kaya Bosnya tapi kulinya ya gajinya cukup untuk beli beras ya sudah Alhamdulillah, yang penting anak istri bisa makan, ” ujar netizen Jepara.
Ia menambahkan, “Di Jepara masalah gaji itu gak ada peningkatannya dari jaman saya masih bocah hingga sekarang punya anak, dan jaman sekarang uang 50 ribu itu ga ada harganya gan juragan, klo cuma 70 sampai 80 ribu itu habis buat makan sehari, ” imbuh keluh kesah netizen Jepara yang diketuai bekerja sebagai tukang kayu.
Selain itu, tukang kayu yang lainnya juga mengeluhkan kondisi gaji yang sudah tak sesuai dengan kebutuhan di kehidupan saat ini, “Harusnya di kembalikan seperti zaman dulu. Produk mentah di garap pengrajin lokal. Trus pabrik garap 60 sampai 70% saja. Lah sekarang rata-rata pabrik memproduksi sendiri, jadi pengrajin lokalan banyak yang bangkrut, ” harapnya dari netizen Jepara.
“Tau gak lokalan mumet, harga makin murah dan bahan-bahan kayu makin naik harganya. Trus gaji kuli atau tukang kayu tidak naik-naik. Apalagi sudah tidak ada yang mau belajar jadi tukang kayu atau pengrajin kayu, ” tutur kesal netizen Jepara.
Tak hanya itu, “Ya produk impor harga barang makin tinggi tapi kulinnya makin murah gajinya kayak romusa, ” tutur netizen Jepara.
“Kulinnya tambah nyungsep juragannya tambah milyarder. Timpang banget, ” imbuh netizen Jepara.
“Makanya sekarang banyak yang alih profesi jadi kuli bangunan, pegawai pabrik dan lainnya, karena notabenenya untuk gajinya bisa di pastikan, ” komentar netizen Jepara lainnya.***
“Artikel diatas sangat terpercaya dan dari narasumber netizen Facebook Jepara, statement apa adanya “.










