Pengkol Culture Festival #3 Jadi Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM

Foto, Gus Hajar Resmi Membuka Pengkol Culture Festival #3

JEPARA, Global7.id – Pengkol Culture Festival (PCF) #3 resmi digelar di kawasan Pasar Pengkol, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dipadukan dengan tradisi Sedekah Bumi dan Haul Mbah Ongkowijoyo tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juni 2026.

 

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jepara. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di area bazar UMKM yang menjadi pusat kegiatan masyarakat selama festival berlangsung.

 

Dalam sambutannya, Gus Hajar menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana tradisi budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, Sedekah Bumi dan Haul Mbah Ongkowijoyo tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga.

 

“Tradisi seperti ini perlu terus dijaga karena mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

 

Festival tahun ini menghadirkan 27 stan UMKM yang diisi pelaku usaha dari berbagai wilayah di Kelurahan Pengkol. Beragam produk lokal dipamerkan dan dipasarkan kepada pengunjung sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran usaha masyarakat.

 

Selain membuka festival, Wakil Bupati juga menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Jepara, di antaranya Kartu Sarjana Jepara, layanan pendidikan bagi anak putus sekolah, serta pembangunan infrastruktur jalan yang saat ini tengah berjalan di sejumlah wilayah.

 

Sementara itu, Lurah Pengkol, Siti Rohmatun, mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Meski baru beberapa hari menjalankan tugas sebagai lurah, ia mengaku terkesan dengan semangat gotong royong warga dalam menjaga tradisi daerah.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta memanfaatkan berbagai program pendidikan yang disediakan pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

 

Ketua Panitia PCF #3, Cak Rudi, menjelaskan bahwa festival tersebut berawal dari kegiatan haul Mbah Ongkowijoyo yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Seiring waktu, tradisi tersebut dikembangkan menjadi festival budaya yang melibatkan Karang Taruna, pemerintah kelurahan, serta masyarakat setempat.

 

Menurutnya, Pengkol memiliki banyak potensi usaha rumahan yang perlu mendapat ruang promosi lebih luas. Melalui festival ini, berbagai produk unggulan seperti kerupuk, tahu, tempe, dan produk olahan lainnya dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

 

Selain bazar UMKM, festival juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti kirab budaya, gunungan hasil bumi, pentas seni, senam bersama, hiburan rakyat, hingga pengajian umum.

 

Mengusung tema “Nguri-uri Budaya Leluhur”, Pengkol Culture Festival #3 diharapkan menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

 

G7

Pos terkait